Mataram (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, program tanam cabai di halaman sekolah se-Kota Mataram mampu menghasilkan 200 kilogram cabai dari 21.000 pohon cabai.
Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana di Mataram, Jumat mengatakan, cabai yang dihasilkan itu merupakan program gerakan tanam cabai serentak yang dicanangkan pada 16 Juni 2025 di SMP Negeri 23 Mataram.
"Alhamdulillah, hari ini hasilnya bisa panen serentak dengan produksi 200 kilogram," katanya dalam kegiatan panen cabai serentak di SMP Negeri 15 Mataram.
Sementara untuk gerakan tanam cabai di tingkat masyarakat dan perkantoran, sudah dipanen pada 15 Agustus 2025, dan jumlah produksi yang berhasil dipanen sebanyak 500 kilogram cabai.
Sejak awal program, katanya, jumlah bibit cabai yang ditanam baik di sekolah, perkantoran, dan masyarakat sekitar 80 ribu bibit cabai.
Namun, banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025 mengakibatkan kehilangan 30 persen dari bibit yang ada.
"Kami tetap bersyukur, karena masih ada 70 persen bibit yang selamat dari banjir dan menunjukkan hasil positif meski sempat terkendala cuaca ekstrem," katanya.
Program tanam cabai tersebut bertujuan membantu pengendalian inflasi melalui peningkatan ketersediaan pangan lokal.
Karena itu, Kinnastri, menekankan pentingnya konsistensi dalam gerakan menanam, dan tidak perlu melakukan tindakan yang besar dan sulit untuk diulang, cukup mulai-lah dengan langkah-langkah kecil yang terus dilakukan agar bisa mencapai hasil yang berarti.

"Semoga program ini dapat berlanjut untuk membantu menekan inflasi melalui gerakan menanam cabai," katanya.
Baca juga: PKK Mataram dukung program Gerakan Ayah Teladan
Dalam pelaksanaan tanam cabai di SMP Negeri 15 menggunakan tiga bahan utama untuk media tanam, yakni tanah, pupuk, dan sekam bakar.
Selisih panen pertama dan kedua hanya berselang satu minggu, dengan total hasil panen mencapai 7,2 kilogram.
Gerakan tanam cabai melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader PKK, pelajar, hingga kelompok masyarakat.
Baca juga: Forum GenRe berperan bantu identifikasi kasus sunting di Mataram
Diharapkan upaya itu bisa terus memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pasokan pangan yang stabil sekaligus menjaga harga tetap terjangkau di Kota Mataram.
"Tanam cabai di sekolah dinilai penting karena dapat mengedukasi anak-anak sejak dini tentang pemanfaatan pekarangan," katanya.