Disnakeswan gerak cepat tangani dugaan PMK di Doroncanga Dompu

id Disnakeswan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, Penyakit Mulut dan Kuku, Hewan Ternak, Vaksinasi PMK

Disnakeswan gerak cepat tangani dugaan PMK di Doroncanga Dompu

Tampak seorang Mantri Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, sedang menvaksinasi PMK dan memberikan vitamin pada hewan ternak di kawasan padang penggembalaan Doroncanga, Kecamatan Kempo, Rabu (17/12/2025). ANTARA/HO-Disnakeswan Dompu

Dompu (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat peternak terkait dugaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di kawasan padang penggembalaan Doroncanga, Kecamatan Kempo, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi PMK, serta pemberian vitamin kepada ternak rakyat.

Kepala Disnakeswan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh kepada ANTARA, mengatakan laporan dari masyarakat langsung direspons dengan menurunkan tim teknis ke lapangan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular tersebut.

"Begitu menerima laporan dugaan PMK, kami langsung menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, vaksinasi PMK, serta pemberian vitamin sebagai langkah pencegahan," katanya, Rabu.

Ia menjelaskan, kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang dilaksanakan oleh tim Disnak Keswan bersama UPTD Peternakan Kecamatan Kempo tersebut menjangkau sebanyak 92 ekor ternak milik masyarakat di kawasan Doroncanga.

Baca juga: Pemkab Dompu menggelar vaksinasi massal PMK

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan di lapangan sempat menghadapi kendala cuaca hujan yang menyebabkan sebagian ternak berada di area penggembalaan dan tidak masuk kandang. Namun demikian, pelayanan kepada peternak tetap dilakukan.

"Cuaca hujan memang menjadi kendala karena ternak tersebar di padang penggembalaan, tetapi pelayanan tetap kami lakukan demi melindungi ternak rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Kabupaten Dompu, drh. Mujahidin, mengatakan laporan dugaan PMK di wilayah Doroncanga telah diterima sejak Senin (15/12) dan langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Baca juga: Kasus PMK di Sumbawa dan Dompu meluas

Ia menuturkan, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut ke Kementerian Pertanian melalui aplikasi Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iKHN) guna memperoleh dukungan obat-obatan dan vaksin.

"Melalui aplikasi ini kami secara rutin menyampaikan kondisi kesehatan hewan di lapangan, termasuk jika ada indikasi wabah penyakit," kata Mujahidin.

Berdasarkan data, populasi ternak di Kabupaten Dompu terdiri atas sapi sebanyak 164.166 ekor, kerbau 16.789 ekor, kambing 50.170 ekor, babi 5.034 ekor, dan domba 57 ekor. Dari sejumlah jenis ternak tersebut, sapi tercatat sebagai hewan yang paling banyak ditemukan terjangkit PMK.

"Kami mengimbau masyarakat peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, segera melaporkan jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, serta memisahkan ternak yang sakit dari ternak yang sehat guna mencegah penularan lebih luas," imbuhnya.

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.