PLN mencatat beban puncak malam Natal capai 44,5 gigawatt

id PLN,Malam natal,Beban puncak kelistrikan

PLN mencatat beban puncak malam Natal capai 44,5 gigawatt

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau Gereja Katedral Semarang, Rabu (24/12/2025). (ANTARA/HO-PLN)

Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mencatat beban puncak pada malam Natal mencapai 44,5 gigawatt (GW), dengan daya mampu mencapai 70,8 GW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang mencukupi.

"Perlu kami sampaikan beban puncak pada malam Natal mencapai 44,5 GW dengan daya mampu sebesar 70,8 GW. Oleh karena itu, kondisi pasokan listrik semalam sangat aman karena masih terdapat cadangan daya yang mencukupi," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan 69 ribu personel PLN yang tersebar di 3.402 posko seluruh Indonesia masih terus bersiaga 24 jam nonstop untuk mengawal keandalan pasokan listrik hingga akhir periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Prioritas pengamanan kelistrikan diutamakan pada objek-objek vital dan pusat-pusat aktivitas masyarakat, seperti tempat ibadah, rumah sakit, bandara, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan yang seluruhnya didukung dengan skema suplai listrik yang berlapis," kata Darmawan.

Tidak hanya itu, para personel yang bersiaga juga dilengkapi dengan 1.917 unit generator set (Genset), 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 unit kendaraan operasional, serta 4.412 unit sepeda motor.

Baca juga: KSOP mencatat 37.089 turis berwisata ke Nusa Penida libur Natal

Darmawan menambahkan, pihaknya juga memastikan kecukupan energi primer untuk seluruh pembangkit listrik dalam kondisi aman dan tercermin melalui perhitungan Hari Operasi Pembangkit (HOP).

“Rata-rata Hari Operasi Pembangkit kami berada pada level aman, dengan stok batu bara di atas 21 hari, gas di atas 22 hari, dan bahan bakar minyak di atas 10 hari operasi. Ketersediaan ini termasuk untuk pembangkit di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T),” tutur Darmawan.

Baca juga: BPBD mencatat satu orang luka ringan akibat pohon tumbang

Darmawan juga mengajak masyarakat agar dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan setiap gangguan atau kebutuhan terkait layanan kelistrikan.

"Setiap laporan pelanggan akan ditindaklanjuti secara realtime melalui PLN Mobile dan pelanggan akan menerima notifikasi apabila terjadi gangguan di wilayahnya," ujar Darmawan.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.