Jakarta (ANTARA) - Pegiat pendidikan dari Sanggar Askala Edukasi Nurfahmi Budi meminta pengelola Museum Nasional Indonesia agar transparan dan mengungkap alasan sebenarnya kepada publik terkait dengan adanya keputusan untuk menaikkan harga tiket.
"Masyarakat perlu mengetahui apa latar belakang kuat dinaikkannya harga tiket masuk yang mahal ke Museum Nasional. Jangan sekadar berdalih peningkatan mutu layanan," kata Nurfahmi dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Nurfahmi menilai sebagai museum yang dikelola oleh pemerintah, sudah selayaknya bagi pengelola untuk mempermudah akses pengetahuan dan pendidikan bagi masyarakat. Harga tiket yang relatif mahal, menurut dia, tidak efektif untuk meningkatkan minat publik pada wisata edukasi yang masih rendah.
“Kebijakan pengelola Museum Nasional yang menaikkan harga tiket masuk sampai dua kali lipat tanpa pertimbangan matang, justru memberatkan warga negara untuk belajar," ujar Pendiri Sanggar Askala Edukasi itu.
Baca juga: Museum Samparaja Bima raih penghargaan nasional pelestarian naskah kuno
Ia turut mengingatkan bahwa Museum Nasional tidak boleh bertindak seperti swasta yang mengejar keuntungan besar. Alasan mengadakan perbaikan layanan pun dinilainya harus logis, apalagi anggaran bagi museum sudah disediakan oleh negara.
"Sudah pasti ada ketersediaan anggarannya dari negara karena Museum Nasional punya pemerintah. Jadi alasan perbaikan layanan bisa dialokasikan dari anggaran negara. Dengan begitu masyarakat tidak harus mahal untuk berkunjung belajar ke museum," kata dia.
Di sisi lain, Kartini, yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah di Bekasi, Jawa Barat, turut menilai bahwa harga yang ditetapkan cukup mahal.
Baca juga: Museum di NTB kumandangkan konsep museum hidup ke Asia Tenggara
Dana yang dikeluarkan untuk mengajak para murid berkunjung pun akan membengkak, meskipun tujuan utama berkunjung adalah untuk belajar.
Sebelumnya, harga tiket masuk untuk pelajar PAUD sampai SMA dan mahasiswa gratis. Pengelola Museum Nasional memutuskan per 1 Januari 2026 pengunjung harus membayar Rp30 ribu per orang.
Begitu juga harga tiket masuk pengunjung dewasa dari semula Rp25 ribu naik menjadi Rp50 ribu per orang. Sedangkan biaya tiket masuk warga negara asing yang sebelumnya Rp50 ribu kini menjadi Rp150 ribu.