Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid mengungkapkan banyak atletnya ditawar memperkuat negara lain. Yenny bersyukur para atlet sejauh ini enggan dinaturalisasi oleh negara lain meski mendapatkan tawaran yang menggiurkan.
"Atlet panjat tebing Indonesia dilirik oleh negara-negara lain, bahkan diminta untuk melakukan naturalisasi di negaranya untuk mewakili negara tersebut dan menjadi warga negara," kata Yenny dalam keterangan resmi, Kamis.
"Nah sampai sekarang sih atlet kita masih setia pada NKRI, pada Indonesia, tapi ke depan ya atlet-atlet senior secara usia mungkin sudah tidak bisa lagi berlaga ya bisa saja (dinaturalisasi)," ujar Yenny.
Menurut Yenny praktik tersebut sah-sah saja mengingat karir di dalam negeri suatu saat sudah tidak memungkinkan bagi atlet senior mengingat masa prima atlet panjat tebing terbilang sangat cepat.
"Menurut saya ini bukan masalah patriotisme atau nasionalisme, tetapi juga dengan mereka berlaga di luar negeri ketika jalur karir di dalam negeri sudah tidak memungkinkan atau memang kompetisinya sangat ketat," kata Yenny.
Baca juga: Timnas sabet emas panjat tebing SEA Games 2025
Meski demikian FPTI menyiapkan proyeksi jangka panjang untuk para atlet sehingga tidak mudah tergoda tawaran negara lain.
Salah satunya menyiapkan jenjang karir para atlet yang juga diarahkan untuk melakukan pelatihan menjadi pelatih panjat tebing ketika memasuki masa senior menjelang pensiun.
FPTI juga meminta atlet terus menempuh jenjang pendidikan formal agar semakin terbukanya peluang untuk berkarir sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Baca juga: Rutin mengikuti kejuaraan dunia, kunci bentuk atlet panjat tebing andal
"Rata-rata anak panjat tebing itu pendidikannya juga kami utamakan. Begitu banyak dari mereka yang bahkan sudah menjadi master," ungkap Yenny.
Panjat tebing memasuki masa puncak setelah berhasil melakukan regenerasi atlet. Indikator tersebut ditunjukkan setelah tim Merah Putih menjadi juara umum panjat tebing pada SEA Games Thailand 2025 dengan empat medali emas dan dua medali perak.