Video tak senonoh di Lombok Timur beredar di media sosial

id Video ,NTB,Lombok Timur,Video tak senonoh

Video tak senonoh di Lombok Timur beredar di media sosial

Video (ANTARA/Dimyati)

Lombok Timur (ANTARA) - Sebuah video berdurasi sekitar 17 detik yang memperlihatkan sepasang muda-mudi diduga melakukan perbuatan tidak pantas beredar di media sosial Facebook dan menyita perhatian warganet.

Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nicolas Oesman mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti informasi terkait video yang beredar tersebut.
“Belum kami ketahui informasi itu,” katanya saat dikonfirmasi di Lombok Timur, Senin.

Video tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook dengan keterangan yang mengarah pada dugaan lokasi kejadian di wilayah Desa Suwangi, Kabupaten Lombok Timur.

Baca juga: Video pernikahan anak di Lombok Tengah viral di medsos

Dalam rekaman singkat itu, terlihat dua orang tengah berduaan dan melakukan tindakan yang dinilai tidak sesuai dengan norma kesusilaan. Keduanya diduga tidak menyadari adanya pihak lain yang merekam aktivitas tersebut.

Unggahan video itu dengan cepat menyebar dan menuai berbagai komentar dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyayangkan tindakan yang terekam, sementara lainnya menyoroti persoalan etika, privasi, serta pengawasan sosial di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan penelusuran terakhir, video tersebut telah dihapus dan tidak lagi dapat diakses melalui akun yang mengunggahnya. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran lokasi kejadian, identitas pihak dalam video, maupun langkah lanjutan yang akan ditempuh.

Baca juga: Video viral, Siswi SMP di Lombok Timur kritik MBG dengan kalimat tak sopan
Baca juga: Video tawuran siswa SMAN 3 Selong Lombok Timur viral di medsos
Baca juga: Viral! diduga siswa SMP lagi berbuat asusila beredar di Facebook

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.