Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat standar keselamatan kapal penyeberangan penumpang dan logistik dengan pemantauan cuaca, kesiapan armada, serta koordinasi otoritas pelabuhan guna menjamin layanan tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
"Komitmen perusahaan terus memperketat aspek keselamatan dalam setiap operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik," Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan cuaca ekstrem masih melanda perairan Sulawesi dalam sepekan terakhir. Kondisi itu dihadapi pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Nuku yang melayani lintasan Kendari-Konawe Kepulauan pada Minggu (11/1/2026).
Di tengah hujan lebat disertai angin kencang, kapal feri tersebut akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawoni, sekitar pukul 22.00 Wita, dengan seluruh penumpang dalam kondisi aman.
Sebelumnya, beredar rekaman video yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat KMP Nuku menghadapi hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang. Dalam rekaman tersebut, penumpang tampak mengenakan jaket pelampung berwarna oranye.
"Peristiwa ini menjadi gambaran nyata risiko pelayaran di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung," ujar Heru.
Selain KMP Nuku, dampak cuaca buruk juga dialami KM Kendhaga Nusantara 4, kapal kargo yang dioperasikan ASDP, yang saat kejadian berada dalam kondisi anchor atau tidak beroperasi. Kapal tersebut dilaporkan larat akibat angin kencang dan ombak tinggi pada Senin sekitar pukul 05.30 Wita di Makassar Anchorage Area.
Berdasarkan berita acara internal, kondisi cuaca saat kejadian ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot, yang mengakibatkan kapal mengalami kandas.
ASDP segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur. Proses penarikan KM Kendhaga Nusantara 4 yang melayani rute kargo Makassar-Ereke-Raha-Sikeli-Makassar telah selesai dan berjalan dengan baik.
Baca juga: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak
"Kapal berhasil lepas dari kondisi kandas dan saat ini telah berlabuh dengan aman di area rede anchorage. Seluruh tahapan penanganan berlangsung sesuai rencana tanpa kendala lanjutan," jelasnya.
ASDP mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Hal itu sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut hingga pertengahan Januari 2026.
Sejak pekan lalu, lanjut Heru, BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan akibat dinamika atmosfer, antara lain La Nina lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Baca juga: Menhub meminta ASDP perkuat kesiapan arus balik di Gilimanuk-Ketapang
Heru menegaskan prakiraan BMKG menjadi dasar utama manajemen dalam mengambil kebijakan operasional penyeberangan.
"Berdasarkan forecast BMKG, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut. Karena itu, ASDP menegaskan komitmen untuk mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama," ucap Heru.
Dia juga mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan perjalanan secara optimal, serta tidak memaksakan diri untuk menyeberang apabila kondisi cuaca tidak aman.
"Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa harus menjadi perhatian bersama," tegas Heru.
ASDP secara konsisten melakukan pemantauan cuaca, pengecekan kesiapan kapal, serta koordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/Polri sebelum setiap keberangkatan.
Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan dilakukan apabila kondisi dinilai berisiko, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengajak masyarakat menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama dalam merencanakan perjalanan.