Mataram (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Amin mengatakan pada musim haji tahun ini provinsi tersebut mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 1.299 orang sehingga totalnya 5.798 orang.
"Jadi, ada penambahan 3 kloter," ujar Lalu Muhammad Amin di Mataram, Selasa.
Meski ada kasus kuota haji, kata dia, tidak berdampak pada jumlah kuota haji yang diberikan untuk NTB pada tahun ini.
"Tidak ada, karena kita dapat penambahan 1.299 orang, sehingga total kuota haji untuk NTB sebanyak 5.798 orang," terang Amin.
Baca juga: Kemenhaj NTB: 3.996 CJH lunasi biaya haji 2026
Lebih lanjut terkait dengan pelunasan Biaya Perjalanan Haji Indonesia (Bipih), ia mengakui sampai dengan batas waktu akhir pelunasan ada 141 orang calon jamaah haji yang belum melunasi, karena terdapat banyak terkendala pada jamaah itu sendiri.
Meski demikian secara persiapan haji untuk NTB, menurutnya, sudah melebihi dari target.
"Terkendala ini, karena mungkin barangkali pada waktu mau pelunasan, ketika sampai di lokasi (bank) ada jamaah kita tidak mendapatkan istitha'ah (kemampuan fisik dan mental) dan akses dari tempat tinggal dengan bank jauh sehingga banyak jamaah kita yang menitipkan uangnya di bank. Tapi insya Allah, ada surat secara resmi untuk mereka melakukan pelunasan di tahap ketiga," ungkap Amin.
Sementara itu disinggung soal daftar tunggu haji untuk NTB, Amin menyampaikan kalau mendaftar pada tahun 2026, maka daftar tunggunya selama 26 tahun.
"Yang berangkat tahun ini yang mendaftar tahun 2012, kalau mulai tahun ini karena kuotanya sudah waiting list haji maka daftar tunggunya sekitar 26 tahun," katanya.
Baca juga: Kuota haji 2026 untuk NTB bertambah jadi 1.000 orang