Tim e-sport penting belajar public speaking

id wamen ekraf,ekraf,alter ego

Tim e-sport penting belajar public speaking

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar hadir dalam kegaitan Grand Final M7 World Championship di Stadion Madya GBK, Jakarta, Minggu (25/1). (ANTARA/Chairul Rohman)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengatakan bahwa pemain e-sport penting untuk memahami dan mempelajari public speaking, seperti kebanyakan tim-tim di negara lain.

“Buat teman-teman yang terutama ada di tim ini (Alter Ego), coba belajar public speaking. Karena kalau di negara lain, itu mereka bisa jadi brand ambassador,” kata Irene Umar di sela-sela kegiatan Grand Final M7 World Championship di Stadion Madya GBK, Jakarta, Minggu.

Menurut dia, hal tersebut merupakan bentuk keberlangsungan industri gim di tanah air. Ketika mereka dikenal lebih banyak orang, masyarakat lainnya juga akan tertarik untuk ikut terjun ke industri tersebut. Di kebanyakan negara lain, pemain e-sport tidak hanya fokus dalam bermain gim. Mereka banyak yang menjadi brand ambasadar dari sebuah produk.

Baca juga: Creative Economy Ministry revives businesses after Sumatra disasters

Menurut dia, pemain dari AE juga bakal memiliki kesempatan tersebut. Kesempatan itu, masih sangat terbuka luas untuk mereka yang memiliki kecakapan dalam menyampaikan sebuah produk yang ingin mereka iklankan.

“Kita lihat Nino, itu sudah ada Charmy, ya kan? Tinggal poles dikit, saya yakin banyak banget yang mau ngantri. Itulah caranya e-sports ekosistem bisa sustainable dan keluar atau tidak hanya di ranah e-sports dan gaming saja,” ujar dia.

Baca juga: Kemenekraf mengapresiasi inovasi Web3 perpustakaan digital Libere

Dalam kegiatan internasional ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah dan diwakili oleh tim dari Alter Ego yang berhadapan langsung dengan perwakilan dari Filipina yakni Aurora Gaming di malam final.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.