Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menghadiri rapat pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (29/1).

Sekretariat Kabinet menyebut rapat membahas penguatan koordinasi menjelang Ramadhan pada pekan ke-3 Februari dan Idulfitri Maret 2026, dengan target menjaga inflasi sesuai APBN, termasuk inflasi harga bergejolak (volatile food) tetap terkendali di 3–5 persen.

“Fokus utama pada ketersediaan pasokan pangan antarwilayah, khususnya beras dan komoditas strategis lainnya agar aman dan terjangkau bagi masyarakat,” kata siaran resmi Sekretariat Kabinet.

Pemerintah menyiapkan berbagai kemudahan menjelang Lebaran, mulai dari bantuan sosial pangan hingga diskon transportasi udara, kereta, laut, darat, serta tarif jalan tol.

“Dengan tren inflasi yang melandai, langkah kolaboratif ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas selama Lebaran,” tambah siaran resmi Sekretariat Kabinet itu.

Rapat dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengatur BUMN Donny Oskaria, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri PUPR Dody Hanggodo.

Baca juga: Prabowo menerima laporan pembangunan rusun di Cikarang seluas 30 hektare

Setelah rapat, Airlangga menyatakan kementeriannya bersama Kemendagri memperkuat sinergi agar koordinasi pusat-daerah tetap terjaga, fokus pada pengadaan pasokan pangan, peningkatan produktivitas, pembiayaan, dan kelancaran logistik beberapa komoditas strategis.

Pemerintah juga memfasilitasi distribusi pangan antarwilayah, serta menyeimbangkan pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan.

Baca juga: Seskab mengungkap isi pertemuan 2,5 jam Prabowo-Macron di Elysee

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 2,92 persen year-to-date (ytd). Inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy). Inflasi harga bergejolak tercatat 6,21 persen, inflasi harga diatur pemerintah 1,93 persen, dan inflasi inti (core) stabil pada 2,38 persen.

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026