Mataram, 23/9 (ANTAAR) - Makam Loang Balok atau lubang buaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu makam yang dikeramatkan masyarakat Lombok, ramai dikunjungi penziarah setelah Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah.
Hingga hari ketiga setelah lebaran, sejumlah masyarakat masih mendatangi makam Loang Balok untuk berziarah disamping berdoa untuk keselamatan, sementara bagi ramaja berdoa agar cepat mendapat jodoh.
Makam Loang Balok dikunjungi ribuan orang yang datang dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, pada saat Lebaran Topat (Ketupat), yakni seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada hari Minggu (27/9).
Makam Loang Balok yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan Selatan, Kota Mataram memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan makam-makam lainnya.
Makam Loang Balok berada di dalam pohon beringin atau diselimuti akar pohon beringin yang berdiri kokoh sejak ratusan tahun, sehingga jika masyarakat ingin ziarah harus bergantian dan masuk ke dalam akar-akar pohon beringin.
Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan mengatakan, makam Loang Balok ramai dikunjungi penziarah baik di hari biasa lebih-lebih di hari Lebaran Topat dan menjelang pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH).
Makam Loang Balok dan makam Bintaro akan dipugar sedemikian rupa guna menunjang program wisata ziarah yang direncanakan pemerintah, sehingga dapat mengundang wisatawan terutama yang berasal dari Timur Tengah.
"Di sebelah barat makam Loang Balok terdapat pantai yang cukup indah dan dipantai tersebut akan dibangun tempat rekreasi air bahkan dapat dijadikan Ancol Mini, karena lokasinya cukup bagus," katanya.
H. M. Saleh (54) salah seorang penziarah mengatakan, dirinya bersama keluarga hampir setiap tahun datang ke makam Loang Balok untuk membayar nazar karena cita-citanya telah tercapai.
Siapa saja yang telah berziarah di makam Loang Balok mereka pasti mengikatkan tali atau apa saja di ranting atau akar pohon beringin sambil 'bejanjam' atau mengutarakan cita-citanya.
"Untuk itu, pohon beringin tersebut nampak penuh dengan ikatan baik tali, dedaunan maupun potongan kain, yang menandakan mereka telah datang ke makam Laoang Balok" katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026