Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan debit air yang tinggi karena hujan deras dan rob menjadi tantangan dalam percepatan perbaikan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Minggu, mengatakan ada dua tanggul yang rusak karena hantaman banjir beberapa waktu lalu dan saat ini masih dalam proses perbaikan, antara lain tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang di Demak.

BNPB mengonfirmasi untuk penutupan tanggul Sungai Cabean sudah mencapai sekitar 70 persen di lokasi titik kiri dan 80 persen pada lokasi kanan yang masih dalam proses penguatan.

Ia menjelaskan penanganan tanggul Sungai Tuntang di beberapa tempat masih tertunda karena debit air yang masih tinggi, meskipun sebagian tempat telah berhasil ditutup dan diperkuat.

"Upaya lanjutan yang dilakukan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah di Sipon Gajah, serta pembersihan saluran menggunakan alat berat. Seluruh kegiatan dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak," kata dia.

Abdul menjelaskan perbaikan tanggul yang belum menyeluruh dan kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan deras dengan durasi panjang mengakibatkan sejumlah wilayah di Demak hingga saat ini masih tergenang.

Baca juga: Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di mata senator Lia Istifhama: Tegas, humanis, dan konsisten sejak jadi Pangdam

Berdasarkan data yang diterima BNPB ada lima desa di Kecamatan Sayung masih tergenang dengan ketinggian air berkisar 10-50 centimeter. Banjir tersebut sudah berlangsung sejak Senin (16/2), pukul 03.30 WIB, dipicu hujan berintensitas tinggi.

"Kondisi tersebut dipengaruhi karakter wilayah yang berupa cekungan serta tingginya air rob sehingga aliran air menuju Sungai Dombo belum optimal dan masih menggenangi permukiman warga serta akses jalan," kata dia.

Baca juga: BNPB imengintensifkan pembersihan lahan pertanian Aceh dari kayu dan lumpur

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian bencana melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026