Moskow (ANTARA) - Siprus akan melakukan "penilaian serius" terhadap kerja sama dengan Inggris setelah pangkalan udara Inggris di pulau itu diserang drone, kata Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos.
“Jelas, perlu dilakukan penilaian serius atas apa yang terjadi pada saat kritis itu, terutama terkait situasi yang sedang berlangsung saat ini serta tingkat kerja sama yang ada," kata Kombos kepada media penyiaran Yunani ERT.
Pemerintah Siprus telah menyampaikan ketidakpuasan mereka kepada otoritas Inggris terkait penanganan masalah tersebut.
"Kami menyampaikan kepada pihak Inggris baik ketidakpuasan maupun kekecewaan kami terhadap cara situasi ini ditangani, yang berujung pada serangan terhadap pangkalan Inggris," kata Kombos.
Baca juga: Tim Turki amankan kemenangan dari Kroasia, Norwegia hancurkan Siprus skor 4-0
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Rusia menggasak Siprus saat Swedia dipecundangi Georgia
Kementerian Pertahanan Inggris memastikan sebuah drone menghantam pangkalan Akrotiri di Siprus pada 1 Maret dan menyebabkan kerusakan terbatas.
Kementerian tersebut menyatakan drone itu tidak diluncurkan dari Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Primayanti
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026