Bima (ANTARA) - INOVASI NTB menggandeng STKIP Taman Siswa Bima menggelar konsolidasi pendidikan untuk membahas strategi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah melalui penguatan literasi, numerasi, serta kapasitas guru dan kepemimpinan kepala sekolah di Kabupaten Bima.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Beradab STKIP Taman Siswa Bima, Selasa, itu menjadi forum penyelarasan program prioritas peningkatan mutu pembelajaran tahun anggaran 2026 dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan sektor pendidikan.
Provincial Manager INOVASI NTB, Jamaruddin, mengatakan program INOVASI yang telah memasuki tahun ketiga di Kabupaten Bima menunjukkan perkembangan positif dalam mendorong perbaikan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut mencakup tiga agenda utama, yakni refleksi hasil pelatihan ASI ASLI, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta konsolidasi program prioritas yang melibatkan berbagai lembaga pendidikan.
"Kolaborasi ini melibatkan STKIP Taman Siswa Bima, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat, Dinas Pendidikan, serta INOVASI NTB dengan fokus pada penguatan kurikulum, praktik pembelajaran guru, kepemimpinan sekolah, dan isu inklusif seperti kesetaraan gender serta disabilitas," ujarnya.
Baca juga: Sekolah swasta tingkatkan aksesibilitas pendidikan
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, menyatakan perguruan tinggi tersebut siap menjadi mitra pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan di wilayah Bima.
"Kami siap menjadi mitra dalam berbagai upaya penguatan pendidikan, khususnya dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan praktik pembelajaran di sekolah," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Taufik, menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam mendorong daya saing daerah melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Baca juga: Sekjen Kemendikbudristek tekankan kolaborasi peningkatan kinerja organisasi
Menurut dia, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru serta kepemimpinan kepala sekolah.
"Hingga tahun 2040 belum ada rencana penambahan sarana sekolah baru. Fokus pemerintah daerah saat ini pada peningkatan kualitas pendidikan dengan penguatan peran kepala sekolah," katanya.
Ia menambahkan, berbagai program pendidikan tersebut diupayakan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan serta Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Agama.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, menilai kerja sama dengan INOVASI NTB juga menyediakan instrumen untuk memantau kinerja kepala sekolah secara objektif dalam periode evaluasi enam bulan.
Di sisi lain, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Nusa Tenggara Barat, Katman, menekankan pentingnya target perubahan yang terukur dalam setiap kolaborasi peningkatan mutu pendidikan.
Menurut dia, praktik baik yang telah dijalankan melalui program INOVASI perlu direplikasi secara luas agar dampak peningkatan mutu pembelajaran dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bima.
Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi refleksi kelompok yang melibatkan pengawas dan kepala sekolah untuk berbagi praktik terbaik dari implementasi program sebelumnya. Hasil konsolidasi ini akan menjadi dasar penyusunan perencanaan pembangunan daerah sektor pendidikan tahun 2026.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026