Mataram (ANTARA) - Kepolisian Sektor Mataram, Nusa Tenggara Barat akhirnya berhasil menyelesaikan konflik warga Lingkungan Petemon dengan Peresak melalui mediasi yang menghasilkan kesepakatan damai.
Kepala Polsek Mataram AKP Mulyadi di Mataram, Selasa, mengatakan bahwa penyelesaian konflik kesalahpahaman yang sempat memicu aksi pengeroyokan terhadap seorang warga Lingkungan Petemon tersebut melibatkan unsur pemerintah, TNI, dan tokoh masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada pihak korban dan keluarga pelaku yang telah mengedepankan komunikasi. Harapan kami, melalui mediasi ini situasi kamtibmas tetap kondusif dan tidak ada lagi konflik lanjutan," katanya.
Dalam kesepakatan damai yang tertuang secara tertulis, para pelaku dari kalangan remaja Lingkungan Peresak mengakui kesalahan serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban.
Baca juga: Bentrok pemuda di Pagutan Mataram memanas, Polisi turun tangan
Selain itu, para pelaku juga bersedia menjalani sanksi hukum selama satu bulan di Polresta Mataram serta bersedia menerima sanksi sosial berupa dikeluarkan dari lingkungan setempat.
Atas adanya kesepakatan damai tersebut, Plt. Camat Mataram Budi Wartono yang turut hadir dalam kegiatan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai ajang mempererat silaturahmi.
"Alhamdulillah, di bulan Syawal ini kita bisa saling memaafkan. Mari kita jaga wilayah kita tetap HARUM (Harmonis, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri)," ucap Budi.
Baca juga: Polisi amankan enam remaja terlibat pengeroyokan di Pagutan Mataram
Kesepakatan damai yang berlangsung di Mapolsek Mataram, Selasa (24/3). Hasil kesepakatan damai yang tertuang secara tertulis tersebut diperkuat dengan penandatanganan berita acara damai dari kedua belah pihak.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, seluruh pihak sepakat untuk tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum dan situasi terkini di wilayah Pagutan dinyatakan pihak kepolisian sudah kondusif.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026