Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) untuk meningkatkan kompetensi para sopir ambulans desa di daerah setempat.
"Program ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Plt Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Dokter Mamang Bagiansyah di Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi para sopir ambulans desa guna mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Sebuah pelatihan yang harus dikuasai oleh sopir ambulans desa adalah keterampilan bantuan hidup dasar, pertolongan pertama, menguasai bunyi sirene, dan bagaimana sistem rujukan di Kabupaten Lombok Tengah," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Lombok Tengah.
"Ke depan semua sopir ambulans memiliki kemampuan sesuai dengan standar operasional prosedur," katanya.
Baca juga: Menkes janji dukung alkes dan ambulans RSUD Kota Bima pada 2027
Sementara itu, Kepala Instalasi Diklat RSUD Praya Trisna Rahmawati menyampaikan pelatihan ini diikuti 103 sopir ambulans di Kabupaten Lombok Tengah.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada sopir ambulans desa karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan rujukan pasien entah itu dari cara perpindahan pasien, suara sirene, dan penanganan pasien ketika dilakukan rujukan" katanya.
Baca juga: KPK usut ambulans BPKH sitaan dari anggota DPR Satori
Ia mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan para supir ambulans desa akan lebih paham tentang pasien rujukan maupun penanganan pasien darurat yang ada di desa itu sendiri maupun yang ada di dalam mobil ambulans ketika sedang melakukan rujukan pasien.
"Ini untuk meningkatkan kemampuan sopir ambulans dalam meningkatkan pelayanan kesehatan," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026