Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal mendorong Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB melakukan transformasi menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Halik mengatakan gubernur telah menekankan rumah sakit pemerintah tidak cukup hanya besar dari sisi bangunan dan fasilitas, tetapi harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Rumah sakit hari ini tidak cukup hanya besar secara fisik. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian," kata Ahsanul Khalik menyampaikan penekanan Gubernur NTB di Mataram, Senin.
Menurutnya, ukuran keberhasilan rumah sakit terletak pada kecepatan pelayanan, kenyamanan pasien, kepastian sistem layanan, hingga kemampuan rumah sakit menghadirkan pelayanan yang manusiawi dan responsif.
Salah satu fokus utama pembenahan diarahkan pada pelayanan klinis dan penataan alur layanan pasien agar lebih efektif dan responsif.
RSUP NTB akan melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak atau pediatri dari ruang dengan tingkat keterisian rendah menuju ruang dengan kebutuhan lebih tinggi seperti Gili Nanggu dan Antares. Langkah ini ditargetkan mampu mengurangi kepadatan di IGD dan menekan antrean pasien.
Pada saat yang sama, rumah sakit juga mulai menyiapkan penerapan penuh pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk rumah sakit. Sistem ini diharapkan mampu menekan risiko infeksi nosokomial sekaligus mempercepat response time pelayanan hingga di bawah enam jam.
Penguatan layanan kritis juga menjadi perhatian utama, terutama melalui peningkatan kesiapan sarana ICU dan sistem pengawasan pasien dengan tingkat keparahan tinggi guna menekan angka mortalitas pasien intensif.
Selain pembenahan layanan klinis, Gubernur NTB, kata Aka sapaan Ahsanul Khalik juga meminta agar direksi RSUP melakukan percepatan transformasi digital, agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, pasti, dan terintegrasi.
Baca juga: Pemkab Dompu gandeng RSUP NTB tingkatkan akses layanan kesehatan warga miskin
RSUP NTB saat ini sedang memperkuat sistem pendaftaran daring, rekam medis elektronik, manajemen antrean, hingga dashboard pengendalian rumah sakit dan standar pelayanan minimal secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan.
Langkah berikutnya dilakukan melalui sinkronisasi data aset dan sumber daya manusia rumah sakit ke sistem nasional Kementerian Kesehatan guna memperkuat status layanan paripurna rumah sakit tipe A.
RSUP NTB juga mulai memperkuat validasi indikator mutu serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan layanan kritis agar kualitas pelayanan tetap terjaga dan semakin profesional.
Baca juga: Proyek bunker kedokteran nuklir RSUP NTB batal
Menurut Aka, Gubernur NTB juga menaruh perhatian serius terhadap kualitas lingkungan kerja tenaga kesehatan sebagai bagian penting dari transformasi rumah sakit.
Karena itu, Pemprov mendorong pembenahan fasilitas pendukung, mulai dari ruang istirahat tenaga kesehatan, sarana olahraga, layanan penitipan anak (day care), hingga penguatan sistem ambulans profesional yang mampu menjamin kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur RSUP NTB drg. Asrul Sani, lanjut Aka juga mengatakan transformasi rumah sakit saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembenahan internal, tetapi diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih cepat, terukur, modern, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, rumah sakit juga terus memperkuat budaya pelayanan, kualitas SDM, serta sistem kerja yang lebih responsif agar masyarakat dapat merasakan perubahan pelayanan secara nyata. Termasuk, memastikan kesehatan fiskal, salah satu target besar yang ingin dicapai adalah peningkatan pendapatan rumah sakit, mewujudkan kondisi zero utang, mengurangi ketergantungan subsidi APBD, serta membangun organisasi yang semakin mandiri dan berkelanjutan.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026