"Sistem digital tersebut akan memudahkan para peternak dalam melakukan pencatatan data ternak secara akurat dan terintegrasi sehingga pengelolaan usaha peternakan menjadi lebih efektif dan efisien,"

Lombok Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Data Elektronik Sapi (SIDEWI) dalam rangka mendukung pemanfaatan transformasi digital peternakan menuju smart farming.

"Sistem digital tersebut akan memudahkan para peternak dalam melakukan pencatatan data ternak secara akurat dan terintegrasi sehingga pengelolaan usaha peternakan menjadi lebih efektif dan efisien," kata Bupati Lombok Utara Dr Najmul Akhyar di Lombok Utara, Rabu.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada tim SIDEWI dan Universitas Udayana atas inovasi yang dihadirkan untuk mendukung kemajuan sektor peternakan di daerah

"Saya mengapresiasi hadirnya aplikasi ini sebagai bentuk inovasi digital di sektor peternakan," katanya.

Ia mengatakan dengan sistem ini, data ternak dapat dikelola secara modern, transparan, dan akurat sehingga memudahkan kelompok ternak dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha peternakan di Lombok Utara.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa program digitalisasi peternakan ini sangat sejalan dengan program pengembangan peternakan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Program Sejuta Sapi.

Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi besar untuk mendukung program tersebut karena didukung oleh luas lahan yang memadai serta ketersediaan pakan ternak yang cukup baik.

"Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi peternakan yang sangat besar. Lahan yang luas serta ketersediaan pakan ternak menjadi modal utama bagi pengembangan sektor ini," katanya.

Ia mengatakan kehadiran SIDEWI menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan peternakan berbasis teknologi dan mendukung program pembangunan peternakan di NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi mengatakan bahwa potensi peternakan di Kabupaten Lombok Utara sangat menjanjikan dengan populasi sapi dan kerbau yang mencapai ribuan ekor berdasarkan data akhir tahun 2025.

Namun, selama ini sistem pendataan masih dilakukan secara manual.

"Selama ini pendataan ternak masih bersifat manual, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar," katanya.

Dengan hadirnya SIDEWI, pihaknya sangat bersyukur karena akan membantu mempercepat proses pendataan, sekaligus menghasilkan data yang lebih valid dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan di sektor peternakan.

"Data ini akan dijadikan dalam penyusunan program percepatan penurunan kemiskinan dan pembangunan di Lombok Utara," katanya.

Baca juga: Pemkab Lombok Utara mewujudkan hunian layak bagi warga

Baca juga: Pemkab Lombok Utara optimalkan PAD

Baca juga: Pemkab Lombok Utara meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026