Mataram (ANTARA) - Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Ade Tajudin Sutiawarman menyebutkan, realisasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sudah mencapai 94,24 persen.
"Dari 24 jenis pekerjaan yang dikerjakan di KNMP Bintaro, sebagian besar sudah rampung 100 persen. Sisanya sebanyak 8 jenis pekerjaan tinggal penyelesaian akhir," katanya dalam rapat koordinasi dan pemantauan KNMP Bintaro, di Kota Mataram, Kamis.
Kegiatan rapat koordinasi itu dihadiri langsung Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri dan jajaran terkait Pemerintah Kota Mataram.
Sebanyak 8 jenis pekerjaan yang kini dalam proses perampungan itu, lanjut Ade Tajudin, antara lain pembangunan selter pendaratan ikan realisasi pekerjaan 99,49 persen, pembangunan kantor pengelola realisasi 99,98 persen, pembangunan tempat ibadah realisasi 99,18 persen, dan pembangunan gapura dengan realisasi 98,76 persen.
Sementara 16 pekerjaan di areal KNMP Bintaro yang sudah rampung 100 persen antara lain, balai pertemuan nelayan, selter cool box, pos jaga, fondasi pabrik es portabel, gudang beku portabel, bengkel nelayan, dan tempat pembuangan sampah.
"Diharapkan, KNMP tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat paling bawah bergerak dengan cepat memobilisasi kekuatan dan menggerakkan seluruh ekonomi dan memberikan dampak besar, sesuai dengan target yang disampaikan Presiden Prabowo," katanya.
Dikatakan, KNMP merupakan program prioritas Presiden serta menjadi harapan dan perhatian masyarakat luas. Pasalnya, KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan berkelanjutan.
Karena itu kegiatan pembangunan KNMP ditujukan untuk menyediakan infrastruktur dasar dan sarana pendukung perikanan, untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kelembagaan masyarakat pesisir.
Baca juga: Kampung nelayan merah putih dukung hilirisasi perikanan
"Selain itu, mendukung pemerataan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," katanya.
Ade Tajudin menambahkan, pembangunan KNMP di Kota Mataram merupakan salah satu dari target 1.269 pembangunan KNMP se-Indonesia di tahun 2026 dari total target nasional sebanyak 5.269 pada tahun 2029.
"Untuk merealisasikan itu, pemerintah sudah mulai membangun 100 KNMP di tahun 2025, kemudian 1.269 unit tahun 2026, dilanjutkan 1.000 unit di tahun 2027, kemudian 2.000 unit di tahun 2028, dan 900 unit di tahun 2029," katanya.
Sementara Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman mengatakan, bagi Kota Mataram, program KNMP memiliki arti sangat penting karena Bintaro dan kawasan pesisir Ampenan merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Indonesia membangun 1.582 kapal ikan baru bertahap hingga 2028
"Kami memahami pembangunan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan infrastruktur fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat," katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Mataram berharap Kampung Nelayan Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi kawasan yang lebih representatif secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat rantai usaha perikanan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan secara berkelanjutan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memberikan perhatian besar kepada Kota Mataram melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Bintaro," katanya.
Usai melakukan rapat koordinasi dan pemaparan pembangunan KNMP Bintaro, jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan melanjutkan kegiatan ke lokasi pembangunan KNMP di Bintaro, Kota Mataram.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026