Mataram, 12/10 (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kesulitan memperoleh guru bahasa asing di luar bahasa Inggris yang berkualitas karena minimnya perguruan tinggi yang membuka jurusan tersebut.
"Kita kesulitan mencari guru bahasa asing seperti bahasa Mandarin, Jerman dan bahasa asing lainnya," kata Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah, Dikpora, Kota Mataram, Arsyad Gani, ketika membuka kegiatan "workshop" dan lomba musik rap antar siswa sekolah menengah atas (SMA), di Mataram, Senin.
Kegiatan workshop dan lomba musik rap berbahasa Jerman itu dipusatkan di lingkungan sekolah menengah atas (SMA) Negeri 3 Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tiga orang seniman besar dari Jerman, yakni Norman Bates, Loco Green, dan Kronstadta.
Workshop dan lomba musik rap berbahasa Jerman yang diselenggarakan pertama kali di NTB itu, bertema "Menulis Kreatif". Para siswa yang menjadi peserta diberikan kesempatan untuk menjadi penulis teks dan penyanyi dalam bahasa Jerman.
Menurut Arsyad, belum adanya perguruan tinggi negeri di daerah ini yang berani membuka jurusan bahasa asing di luar bahasa Inggris karena jumlah peminatnya masih dianggap sangat sedikit.
Padahal, menurut Arsyad, penguasaan bahasa asing selain Bahasa Inggris sangatlah penting karena saat ini kemajuan teknologi sudah sangat pesat, sehingga peluang-peluang kerja juga menjadi terbuka lebar.
Seperti halnya di negara Jepang yang banyak membutuhkan tenaga kerja profesional baik di bidang industri maupun di bidang kesehatan. Salah satu syarat untuk diterima bekerja di negara tersebut harus bisa menguasai bahasa Jepang.
"Guru bahasa Mandarin dan Jepang yang sudah mengajar di beberapa SMA negeri di Kota Mataram, kita ambil dari orang-orang yang sudah memahami betul tentang kedua bahasa itu meskipun latar belakang mereka bukan dari kependidikan," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, Pemkot Mataram melalui seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini membuka kesempatan kepada para sarjana jurusan bahasa Mandarin, Jepang dan Jerman untuk diangkat menjadi tenaga pendidik di beberapa SMA/SMK negeri yang mengajarkan pelajaran bahasa asing di luar bahasa Inggris.
Formasi CPNS untuk tenaga pendidik bahasa asing di luar bahasa Inggris sebanyak 12 orang yang terdiri dari guru bahasa Mandarin sebanyak dua orang, bahasa Jepang dua orang dan bahasa Jerman delapan orang.
"Pada seleksi CPNS tahun lalu, dari beberapa orang yang mengajukan lamaran untuk menjadi guru bahasa asing hanya beberapa orang saja yang lolos seleksi, selebihnya dianggap kurang layak," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026