Jakarta, (ANTARA) - PT Telkom Tbk berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2010 mencapai 2 miliar dolar AS.
"Capex tahun depan (2010) sedikit lebih rendah dibanding tahun 2009," kata Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, di sela seminar "BUMN Outlook & Economic Growth 2010", di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Sudiro, nilai capex yang relatif lebih kecil atau hampir sama dengan tahun ini karena sebagian investasi sudah direalisasikan pada tahun ini.
Ia merinci, dana capex sebesar 60 persen untuk mengembangkan layanan seluler anak usaha PT Telkomsel, 30 persen untuk PT Telkom, sedangkan sisanya sebesar 5-10 persen untuk keperluan pembiayaan anak usaha lainnya.
"Pendanaan capex akan diperoleh dari internal dan eksternal perusahaan," tegasnya.
Sudiro menjelaskan, pembiayaan capex 2010 direncanakan antara lain dari penerbitan oabligasi dalm denominasi rupiah dan dolar.
Pendanaan melalui obligasi dinilai masih menarik, karena tenornya lebih panjang dibanding mencari pendanaan dari perbankan yang pelunasannya setahun-setahun.
"Dana capex 2009 sebesar 70 persen akan digunakan untuk pengembangan layanan seluler (Telkomsel), sedangkan sisanya 30 persen untuk peningkatan layanan lainnya," tegasnya.
Ia optimistis kebutuhan capex capex 2010 dapat terpenuhi.
Selain obligasi pembiayaan dimungkinkan diperoleh dari pinjaman perbankan seperti yang dilakukan untuk membiayai capex 2009.
"Obligasi rupiah tahun depan sudah dalam tahap pencarian penasehat keuangan. Tunggu saja," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026