Lombok Barat, NTB,  (ANTARA) - Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menjadi tempat penyelenggaraan Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesian Mart Expo (TIME) tahun berikutnya atau tahun 2010 mendatang setelah sukses menyelenggarakan TIME 2009, 16-19 Oktober.

   "Kami siap untuk kembali bekerja sama dengan pihak-pihak terkait demi suksesnya penyelenggaraan TIME 2010 mendatang," kata Ketua Panitia TIME 2009, Awandhi Aswinabawa, kepada wartawan di penghujung penyelenggaraan TIME 2009 di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (19/10). 

Pameran wisata pada TIME 2009 diselenggarakan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, di bawah tenda besi pada areal seluas 2.100 meter persegi di belakang The Santosa Villas & Resort.

   Awandhi yang lebih akrab disapa Awan mengatakan, penyelenggaraan TIME di Lombok merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi internasional yang akan dilakukan secara simultan untuk mencapai kesuksesan Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012 dengan target kunjungan wisatawan satu juta orang.

   Lombok merupakan lokasi yang cukup strategis dan memiliki potensi besar untuk menarik pasar internasional, karena dapat ditempuh hanya 20 menit penerbangan dari Pulau Bali.

   Pulau Lombok yang telah memiliki lebih dari 3.500 unit kamar hotel berstandar internasional, juga kaya wisata budaya dan seni serta panorama alam yang menjanjikan keindahan.

   "Tentu penentuan Lombok sebagai tempat penyelenggaraan TIME dua tahun berturut-turut yakni 2009 dan 2010 bertujuan untuk mempromosikan Lombok dan Sumbawa sebagai daerah tujuan wisata kepada pasar internasional," ujarnya.

   Selain itu, dengan diselenggarakannya TIME di Lombok maka diharapkan akan memicu percepatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur, fasilitas dan obyek pariwisata di wilayah NTB agar mampu menjadi obyek wisata dunia.

   TIME di Lombok itu didukung oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Badan Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa atau Lombok Sumbawa Promo (LSP) dan sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia Airlines, Merpati Nusantara Airlines, Asita, PHRI dan pelaku wisata lainnya.

   Menurut Awan, dampak yang akan diperoleh pasca-penyelenggaraan TIME di Lombok yakni terciptanya iklim pariwisata yang mengalami kemajuan berarti, terbangunnya infrastruktur pendukung yang memadai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

   Ia mencontohkan, pasca-penyelenggaraan TIME 2005 dan 2006 di Yogyakarta yang berdampak terbangun gedung Konvensi Internasional yang kini laris pemanfaatannya, terbangunnya jalan tol dan bandara internasional.

   Dampak serupa terjadi pasca-penyelenggaraan TIME 2007 dan 2008 di Makasar Sulawesi Selatan.

   "Setelah TIME 2010 di Lombok, paling tidak dampaknya harus nyata selain infrastruktur yang berkembang juga jumlah kunjungan wisatawan dalam jumlah banyak karena Lombok merupakan bagian dari obyek wisata dunia," ujarnya.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026