Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit infeksi saluran pernafasan atas (Ispa) di musim kemarau panjang, sebab penyakit Ispa masih menjadi jenis penyakit tertinggi yang mendominasi setiap kunjungan pasien di 11 puskesmas.

"Kalau data pastinya saya tidak hapal, tapi dari laporan setiap minggu kasus Ispa selalu berada di peringkat pertama," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat.

Menurutnya, penyakit Ispa disebabkan perubahan cuaca, suhu dan udara karenanya dengan kondisi cuaca kemarau dan berdebu seperti saat ini semakin memicu timbulnya virus Ispa, terutama di kalangan balita.

Oleh karena itu, sebagai upaya antisipasi masyarakat perlu meningkatkan daya tahan tubuh bila perlu konsumsi vitamin atau suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Selain itu, tambah Usman, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga penting untuk terus digalakkan, dan mengindari aktivitas buang air besar sembarangan (BABS).

"Karenanya, petugas kami di puskesmas juga aktif memberikan penyuluhan agar masyarakat waspada terhadap berbagai penyakit dengan melaksanakan gerakan hidup sehat," katanya.

Sementara untuk kebutuhan obat-obatan, Dinkes Kota Mataram, telah menjamin stok obat-obatan untuk mengantisipasi berbagai jenis penyakit yang akan muncul selama musim kemarau dan musim hujan

"Kami menjamin stok obat-obatan di 11 puskesmas mencukupi, kalau pun ada kekurangan kita siapkan lagi," katanya.

Dikatakan, ketersediaan stok obat-obatan itu juga sekaligus untuk mengantisipasi apabila terjadinya bencana, seperti banjir, gelombang pasang dan lainnya saat memasuki musim hujan.

Menurutnya, beberapa stok obat-obatan yang dimiliki saat ini antara lain obat Ispa, obat diare, batuk pilek, rematik, darah tinggi, obat luka luar dan lainnya.

Dengan adanya ketersediaan obat-obatan itu, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan stok atau takut datang ke puskesmas untuk berobat. Apalagi pelayanan di puskesmas gratis.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026