"Indeks Bisnis 27 merupakan indeks harga saham terdiri dari 27 saham yang sesuai dengan kriteria fundamental dan teknikal. Indeks Bisnis 27 akan dikelola secara langsung oleh tim dari Harian Bisnis Indonesia yang bekerja sama dengan BEI,"kata Direktur Produksi dan Pemberitaan Harian Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar di Jakarta Selasa.
Menurutnya, BEI akan memberikan fasilitas online melalui sistem JATS (Jakarta Automated Trading System) yang kemudian dikelola oleh Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU).
"Review atau pergantian saham emiten yang masuk kategori indeks bisnis 27 dilakukan tiap enam bulan, yakni awal Februari dan Agustus," ujarnya.
Saham-saham yang masuk Indeks Bisnis 27 adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT PP London Sumatra Tbk (LSIP), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Timah Tbk (TINS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Medco Energi Tbk (MEDC).
PT Indah Kiat Pulp&Paper Tbk (INKP), PT Astra International Tbk (ASII), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank International Indonesia Tbk (BNII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Tbk (BDMN), PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).
Sebelumnya Harian Kompas juga telah bekerjasama dengan BEI meluncurkan indeks Kompas 100. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026