Mataram, 19/1 (ANTARA) - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melibatkan mahasiswa untuk menangani penyandang buta aksara yang masih cukup banyak di daerah ini melalui program kuliah kerja nyata  tematik keaksaraan fungsional  (KKN-KF).

   Para mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram) yang akan melaksanakan KKN-KF di kabupaten/kota-se NTB itu dilepas Gubernur NTB TGH M. Zainmul Majdi didampingi Rektor  Unram Prof. Sunarpi di Mataram, Selasa.

  "Keterlibatan mahasiswa melalui KKN KF itu  diharapkan mampu merampungkan pembelajaran 21.000 orang penyandang buka aksara," kata gubernur.

  Dari 21.000 orang penyandang buta aksara itu, sebanyak 6.370 orang di antaranya ditangani Unram dan 6.670 orang oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi serta perguruan tinggi lainnya.

   Ia mengatakan berdasarkan hasil pendataan dengan mengunakan pendekatan "by name and by adrress" diketahui bahwa jumlah penduduk buta aksara hingga  pertengahan tahun 2009 masih mencapai 417.000 orang yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota se- NTB.

   Selain persoalan jumlah angka buta aksara masih cukup tinggi  NTB juga dihadapkan pada persoalan tingginya angka drop out (DO),  data tahun 2008/2009 menunjukkan jumlah siswa DO di tingkat SD/MI mencapai 6.008 orang atau 1,10 persen, dan angka drop out tingkat  SMP/MTs tercatat  3.041 orang atau 1,83 persen.

"Kondisi lain yang cukup memprihatinkan adalah masih terdapat  sekitar 46.098 orang anak usia 7-15 tahun yang tidak bersekolah karena berbagai sebab,  kondisi inilah yang ditengarai menjadi faktor dominan yang memposisikan indeks pembangunan manusia (IPM) NTB masih berada di urutan terbawah secara nasional," katanya.

   Zainul berharap kehadiran para mahasiswa KKN-KF di tengah-tengah masyarakat memiliki makna yang sangat penting, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri, mereka akan memperoleh pengalaman berharga melalui keterlibatannya dalam mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat.

   Para mahasiswa juga secara langsung  dapat menemukan, memikirkan dan merumuskan solusi dari permasalahan tersebut, sekaligus mencoba menerapkan berbagai teori yang dipelajari selama ini ke dalam sebuah implementasi program untuk menanggulangi masalah buta aksara di NTB.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026