Mataram, 6/2 (ANTARA) - Usaha simpan pinjam (USP) dan koperasi simpan pinjam (KSP) berperan besar dalam menggerakkan perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lembaga keuangan mikro (LKM) ini mampu melayani pinjaman modal usaha bagi ratusan ribu anggota maupun calon anggota, kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) NTB, Nur Askin Amin di Mataram, Sabtu.
Dia mengatakan, hingga kini terdapat 1.700 USP dan KSP di daerah ini yang melayani 390.783 anggota dengan besar pinjaman antara Rp5 juta hingga Rp50 juta per orang.
Pada rapat koordinasi pembinaan wirausaha baru bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dia mengatakan, keberadaan USP dan KSP cukup membantu kesulitan modal terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke perbankan.
Ia mengatakan kini tidak ada lagi USP dan KSP yang melayani pinjaman Rp100.000 karena lembaga keuangan mikro (LKM) ini sudah mampu memberikan pinjaman mencapai Rp50 juta.
Asikin mengatakan, kalau hanya mengandalkan lembaga perbankan dengan berbagai persyaratan cukup rumit termasuk sertifikat tanah sebagai agunan, maka hanya sebagian kecil yang menikmati pinjaman modal usaha.
Ia mencontohkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga kini baru bisa melayani 1.200 nasabah dengan jumlah pinjaman Rp139 miliar, jauh lebih banyak dibandingkan dengan USP dan KSP yang mencapai 400.000 orang baik anggota maupun calon anggota.
"Kalau anggota KSP/USP yang berjumlah 384.193 orang ini mendapat pinjaman antara Rp500.000 hingga Rp50 juta, maka yang bisa menikmati mencapai 1,3 juta penduduk dengan asumsi satu keluarga terdiri atas empat orang," katan Asikin.
ini berarti sekitar 25 persen dari seluruh penduduk NTB yang berjumlah sekitar 4,2 juta jiwa menikmati manfaat dari keberadaan USP dan KSP.
Karena itu, kata Nur Asikin, pihaknya akan terus berupaya membina KSP dan USP baik dari segi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola maupun bantuan permodalan agar lebih banyak lagi pedagang kecil yang mendapatkan pinjaman modal usaha.
Menurut dia modal sendiri yang dimiliki KSP/USP tercatat Rp246,77 miliar meningkat 9,01 persen dibandingkan dengan 2008 yang sebanyak Rp226,38 miliar.
Sementara modal dari luar hingga 30 September 2009 mencapai Rp303,82 miliar atau meningkat 9,42 persen dari tahun 2008 sebanyak Rp277,64 miliar.
Nilai aset yang dimiliki KSP/USP di NTB juga cukup besar Rp550,602 miliar atau naik 9,24 persen dibandingkan dengan tahun 2008 sebanyak Rp504,035 miliar, demikian juga volume usaha mengalami peningkatan 21,22 persen, dari Rp681,43 miliar tahun 2008 menjadi Rp826,05 miliar hingga September 2009.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026