Mataram, 19/3 (ANTARA) - Ribuan umat Islam di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pusat kegiatan Islam atau "Islamic Center" di Mataram, Jumat.

   Peletakan batu pertama sekaligus pembukaan selubung papan nama "Islamic Center" itu dilakukan Gubernur NTB KH M Zainul Majdi didampingi dai kondang Ustadz Ahmad Arifin Ilham, pimpinan majelis zikir Jakarta.

   Ribuan umat Islam termasuk para pejabat, pimpinan pondok pesantren, jamaah pengajian dari berbagai majelis taklim sejak pagi berbodong-bodong datang ke lokasi pembangunan "Islamic Center" di bekas lapangan KONI NTB.

   Mereka datang ke lokasi pembangunan dengan tujuan untuk mendengarkan pengajian, baik yang akan disampaikan Ustaz Ahmad Arifin maupun para tuan guru.

   Gubernur mengatakan, "Islamic Center" tersebut dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan dakwah sekaligus syiar Islam sehingga mendapat dukungan dari semua pihak termasuk anggota DPRD NTB.

   "Kita berencana namun Allah SWT yang akan menentukan, dan jika Allah berkehendak maka 'Islamic Center' ini pasti jadi," katanya.

  Lapangan KONI Mataram yang sebelumnya berdiri berbagai fasilitas bangunan termasuk tribun kini telah rata dengan tanah setelah dihancurkan alat-alat berat untuk dibangun pusat kegiatan Islam.

  Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 disediakan dana sebesar Rp15 miliar sebagai tahap awal kegiatan pembangunan "Islamic Center".

   Letak "Islamic Center" dinilai cukup strategis karena letaknya bersebrangan jalan dengan Masjid Raya-Attaqwa Mataram yang ramai dikunjungi jamaah, lebih-lebih pada saat bulan Ramadhan.

   Sebelumnya sejumlah anggota DPRD NTB menolak dibangunnya "Islamic Center" di bekas lapangan KONI Mataram, karena akan merusak sejumlah bangunan sekolah seperti gedung Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) Mataram.

   Namun setelah diberikan penjelasan tentang bagaimana teknis pembangunan "Islamic Centre" tersebut, akhirnya sejumlah anggota DPRD NTB dapat memahami, sehingga pembangunannya dapat dilaksanakan.

   Pembangunan "Islamic Center" tersebut, kata gubernur, akan menelan biaya cukup besar sehingga tidak mampu jika hanya mengandalkan APBD, dan panitia harus bekerja keras mencari dukungan dana dari luar.

   "Dan menurut rencana ada empat negara Islam akan membantu pembangunannya, yakni Kuwait, Arab Saudi, Yordania dan qatar," katanya.

   Anggota DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar mengatakan, pembangunan "Islamic Center" tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Pakerjaan Umum, tetapi harus dilaksanakan secara bersama dengan membuat panitia pembangunan.

   Dana yang akan dibutuhkan cukup besar, sehingga panitia dapat bekerja melakukan lobi-lobi ke pusat untuk mendapat bantuan dana, sehingga "Islamic Center" yang dirindukan selama ini dapat segera terwujud, katanya.

   "Rencana atau keinginan untuk membangun 'Islamic Center' telah lama, namun sekarang ini bisa terwujud, untuk itu diharapkan semua pihak dapat mendukung pembangunan tersebut," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026