#RARAK

Kumpulan berita rarak, ditemukan 27 berita.

Perkawinan sebagai salah satu mekanisme akses dan distribusi tanah

Belajar dari Sumbawa Barat Awal Abad ke-20 Penjelasan yang lazim dipakai untuk memahami hubungan penduduk dan tanah biasanya berjalan begitu saja. Makin padat penduduk suatu daerah, makin ketat ...

Tanpa Perempuan, Rarak Tidak Akan Bertahan

Catatan dari pegunungan Sumbawa Barat, 1955 Bayangkan sebuah desa yang tidak bisa bertahan tanpa separuh penghuninya. Bukan dalam pengertian kiasan. Dalam pengertian yang paling harfiah: jika ...

MPR: Budaya dan identitas Tau Samawa bagian kekayaan Nasional

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, mengungkapkan bahwa identitas budaya Tau Samawa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional. "MPR RI ...

Pabowat Adji: Ketika Pekerjaan Menjadi Identitas di Kesultanan Sumbawa

Ada pertanyaan sederhana yang jarang kita ajukan tentang Kesultanan Sumbawa di masa lalunya: siapa sebenarnya yang memotong rumput untuk kuda-kuda Sultan? Siapa yang membangun kembali istana ketika ...

Bagaimana Tau Samawa Dibentuk:Membaca Kembali Peter R. Goethals tentang Identitas, Mobilitas, dan Perubahan Sosial di Sumbawa

1. Ketika Sesama Orang Sumbawa Tidak Lagi Dipandang Sama Pada pertengahan 1956, Peter R. Goethals sedang melakukan penelitian lapangan di Rarak, sebuah desa pegunungan di ...

Siapa yang Kamu Pilih, Siapa yang Orang Tuamu Pilih

Catatan tentang Cinta, Keluarga, dan Negosiasi Perkawinan di Sumbawa Masa Lalu Ada satu kalimat dalam sebuah disertasi doktoral yang ditulis di Yale University pada 1961 yang terasa seperti baru ...

Kekuasaan Tidak Pernah Datang ke Ruang Kosong Pelajaran dari Sejarah Politik Sumbawa

Mengapa sebuah negara yang memiliki undang-undang, birokrasi, aparat, dan anggaran yang besar masih sering kesulitan membuat masyarakat bergerak sesuai kehendaknya? Mengapa kebijakan yang ...

Ketika savana masih penuh rusa Nganyang, musim ladang, dan dunia lama orang Sumbawa

Ketika Heinrich Zollinger melintasi pegunungan Setemper di Sumbawa pada pertengahan abad ke-19, ia mencatat sebuah lanskap yang hari ini hampir sulit dibayangkan. Dalam kutipan yang kemudian dimuat ...

Negeri kuda dan jalan setapak: infrastruktur, kecepatan, dan Imajinasi kemajuan di Sumbawa

Pada suatu pagi bulan Juli tahun 1955, sebelum matahari benar-benar terbit, seorang antropolog muda bernama Peter R. Goethals berdiri di sebuah persimpangan jalan di kota Sumbawa Besar. Dari ...

Islam, Hutan, dan Babi Hutan: Membaca Ekologi Keagamaan Orang Sumbawa

Beberapa tahun terakhir, isu hubungan agama dan lingkungan kembali menguat dalam diskusi publik. Di tengah krisis iklim, deforestasi, dan kerusakan ekologis global, muncul beragam upaya untuk membaca ...