"Mobil bergoyang" dokter dan perawat di Bandara Haluoleo, IDI Kendari prihatin
Jumat, 13 Maret 2020 15:30 WIB
Ilustrasi logo IDI. ANTARA
Kendari (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kendari, Sulawesi Tenggara, prihatin dengan ada seorang oknum dokter yang diduga melakukan perbuatan asusila di pelataran parkir Bandara Haluoloe, Kendari, Rabu (12/3).
Ketua IDI Kendari, dr Algazali Amirullah, di Kendari, Jumat, menjelaskan, perbuatan oknum itu tidak ada hubungannya dengan profesi kedokteran. "Jadi, IDI Kendari tidak akan mencampuri urusan dugaan perbuatan mesum tersebut meski pelakunya adalah oknum dokter," ujarnya.
Ia jelaskan, IDI Kendari akan mencampuri urusan tersebut jika perbuatan yang dilakukan berhubungan dengan profesi dokter, di antaranya melanggar kode etik, mal praktik, atau penanganan pasien yang tidak sesuai prosedur.
Meski demikian. kata dia, IDI Kendari siap memberikan nasihat jika diperlukan.
"Dokter yang melakukan asusila itu khan pribadi, oknum. Bahwa yang status dokternya itu khan bukan pelanggaran etik dalam kedokteran, ini asusila berhubungan dengan pribadinya,” kata dia.
Sebelumnya, warga dan petugas Bandara Haluoleo di Kendari menangkap basah seorang pria dan wanita di dalam mobil karena diduga melakukan perbuatan mesum di pelataran parkir bandara. Saat ditangkap kondisi wanita hanya mengenakan sebagian busananya.
Setelah diinterogasi, lelaki itu adalah seorang oknum dokter dan oknum perawat di salah satu rumah sakit sawasta di Kendari. Video rekaman penangkapan kedua pasangan bukan suami-istri tersebut itu di dunia maya dan mengundang keprihatinan banyak pihak.
Ketua IDI Kendari, dr Algazali Amirullah, di Kendari, Jumat, menjelaskan, perbuatan oknum itu tidak ada hubungannya dengan profesi kedokteran. "Jadi, IDI Kendari tidak akan mencampuri urusan dugaan perbuatan mesum tersebut meski pelakunya adalah oknum dokter," ujarnya.
Ia jelaskan, IDI Kendari akan mencampuri urusan tersebut jika perbuatan yang dilakukan berhubungan dengan profesi dokter, di antaranya melanggar kode etik, mal praktik, atau penanganan pasien yang tidak sesuai prosedur.
Meski demikian. kata dia, IDI Kendari siap memberikan nasihat jika diperlukan.
"Dokter yang melakukan asusila itu khan pribadi, oknum. Bahwa yang status dokternya itu khan bukan pelanggaran etik dalam kedokteran, ini asusila berhubungan dengan pribadinya,” kata dia.
Sebelumnya, warga dan petugas Bandara Haluoleo di Kendari menangkap basah seorang pria dan wanita di dalam mobil karena diduga melakukan perbuatan mesum di pelataran parkir bandara. Saat ditangkap kondisi wanita hanya mengenakan sebagian busananya.
Setelah diinterogasi, lelaki itu adalah seorang oknum dokter dan oknum perawat di salah satu rumah sakit sawasta di Kendari. Video rekaman penangkapan kedua pasangan bukan suami-istri tersebut itu di dunia maya dan mengundang keprihatinan banyak pihak.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPMB 2026/2027 Surabaya: Ujian etik kota layak anak dan sekolah ramah anak
11 February 2026 15:28 WIB
Sidang etik digelar, Brigadir Rizka terancam sanksi berat di kasus pembunuhan suami
28 January 2026 17:26 WIB
Ketika pejabat administrasi bertindak tanpa aturan: Belajar dari kasus sanksi etik di Fatepa Unram
18 October 2025 16:28 WIB