Satgas pangan NTB memantau pasokan dan harga bahan pokok
Senin, 16 Maret 2020 17:49 WIB
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.(ANTARA/Dhimas B.P.)
Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas Pangan Nusa Tenggara Barat, terus memantau pasokan dan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram, Senin, mengatakan, giat pemantauan dilakukan menyusul Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat bencana non alam COVID-19.
"Sebenarnya satgas pangan sudah bekerja, setiap hari harga pangan khususnya sembako terus dipantau," kata Artanto.
Dari laporan yang dia terima, harga kebutuhan pokok harian masyarakat dikatakan masih relatif normal. Tidak ada kegiatan yang menunjukkan "panic buying" pasca penetapan status siaga darurat bencana non alam COVID-19.
Karenanya, Artanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik dalam menanggapi status siaga darurat bencana non alam COVID-19 yang ditetapkan Pemprov NTB dalam dua pekan mendatang, terhitung sejak Minggu (15/3).
"Jadi harga sembako sekarang masih relatif normal, begitu juga dengan ketersediaannya. Jangan panik terhadap informasi yang menyebar di masyarakat, jangan panic buying," ujarnya.
Lebih lanjut, Artanto menegaskan bahwa Satgas Pangan NTB akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Bila muncul indikasi kelangkaan barang, pihaknya akan melakukan penelusuran lapangan.
"Kita akan tindak lanjuti, bila di situ ada indikasi pidana, kita akan proses secara hukum," ucapnya.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto di Mataram, Senin, mengatakan, giat pemantauan dilakukan menyusul Pemprov NTB menetapkan status siaga darurat bencana non alam COVID-19.
"Sebenarnya satgas pangan sudah bekerja, setiap hari harga pangan khususnya sembako terus dipantau," kata Artanto.
Dari laporan yang dia terima, harga kebutuhan pokok harian masyarakat dikatakan masih relatif normal. Tidak ada kegiatan yang menunjukkan "panic buying" pasca penetapan status siaga darurat bencana non alam COVID-19.
Karenanya, Artanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik dalam menanggapi status siaga darurat bencana non alam COVID-19 yang ditetapkan Pemprov NTB dalam dua pekan mendatang, terhitung sejak Minggu (15/3).
"Jadi harga sembako sekarang masih relatif normal, begitu juga dengan ketersediaannya. Jangan panik terhadap informasi yang menyebar di masyarakat, jangan panic buying," ujarnya.
Lebih lanjut, Artanto menegaskan bahwa Satgas Pangan NTB akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Bila muncul indikasi kelangkaan barang, pihaknya akan melakukan penelusuran lapangan.
"Kita akan tindak lanjuti, bila di situ ada indikasi pidana, kita akan proses secara hukum," ucapnya.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo menargetkan swasembada pangan setelah berhasil swasembada beras
14 February 2026 5:50 WIB
Jagung merajalela di perbukitan Lombok Tengah, Antusiasme petani meningkat
12 February 2026 10:15 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024