Frustasi ditinggal istri jadi TKI, pria di Lombok Tengah tewas gantung diri
Rabu, 10 Februari 2021 14:23 WIB
Tempat Kejadian Perkara
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Seorang suami inisial S (28) warga Dusun Tanak Awu, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu (10/2).
Kapolsek Praya Timur Polres Lombok Tengah Iptu Dami mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya, pukul 06.30 Wita. Saat itu, ibu korban hendak keluar kamar.
"Saat ke luar dia sudah menemukan anaknya tegantung menggunakan tali tambang yang terikat diflapon ruang tamunya dalam keadaan meninggal," ujanya kepada wartawan, Rabu (10/2).
Melihat anaknya tergantung, ibu korban sontak teriak histeris. Mendengar suara teriakan, tetangga korban langsung datang di lokasi dan membantu untuk melepaskan tali yang mengikat pada leher anaknya.
"Di tangan korban juga terdapat luka sayat benda tajam, diduga sebelum gantung diri korban mencoba melukai dirinya pakai silet cater yang ditemukan di lokasi," jelasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga depresi. Sebab belakangan ini korban kerap furtasi akibat ditinggal istrinya ke luar negeri menjadi TKI sejak dua minggu yang lalu.
"Korban diduga frustrasi," kayanya
Mengetahui kejadian itu, personil Polsek Praya timur mendatangi lokasi kemudian olah TKP. Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga korban menyampaikan ikhlas dengan musibah yang menimpa keluarganya serta menolak untuk dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban.
"Pihak korban menerima peristiwa itu dan menolak untuk dilakukannya autopsi," katanya.
Kapolsek Praya Timur Polres Lombok Tengah Iptu Dami mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya, pukul 06.30 Wita. Saat itu, ibu korban hendak keluar kamar.
"Saat ke luar dia sudah menemukan anaknya tegantung menggunakan tali tambang yang terikat diflapon ruang tamunya dalam keadaan meninggal," ujanya kepada wartawan, Rabu (10/2).
Melihat anaknya tergantung, ibu korban sontak teriak histeris. Mendengar suara teriakan, tetangga korban langsung datang di lokasi dan membantu untuk melepaskan tali yang mengikat pada leher anaknya.
"Di tangan korban juga terdapat luka sayat benda tajam, diduga sebelum gantung diri korban mencoba melukai dirinya pakai silet cater yang ditemukan di lokasi," jelasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga depresi. Sebab belakangan ini korban kerap furtasi akibat ditinggal istrinya ke luar negeri menjadi TKI sejak dua minggu yang lalu.
"Korban diduga frustrasi," kayanya
Mengetahui kejadian itu, personil Polsek Praya timur mendatangi lokasi kemudian olah TKP. Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga korban menyampaikan ikhlas dengan musibah yang menimpa keluarganya serta menolak untuk dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban.
"Pihak korban menerima peristiwa itu dan menolak untuk dilakukannya autopsi," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024