Satpol PP Mataram berpatroli mencegah kerumunan siswa sepulang sekolah
Selasa, 28 September 2021 16:00 WIB
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan siswa yang sepulang sekolah menongkrong di kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO Satpol PP Mataram)
Mataram (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggiatkan patroli untuk mencegah kerumunan siswa seusai jam sekolah dalam upaya menekan risiko penularan COVID-19.
Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Senin, mengatakan bahwa penegakan protokol kesehatan untuk menekankan penularan COVID-19 tetap digiatkan meski wilayah Mataram sudah masuk zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.
"Kegiatan patroli untuk membubarkan siswa yang nongkrong menjadi prioritas," katanya.
Selama patroli, menurut dia, petugas Satpol PP mendapati beberapa titik yang sering menjadi tempat siswa menongkrong sepulang sekolah, antara lain kawasan pantai dan Jalan Udayana.
"Di titik-titik lain ada, tapi jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan kawasan Udayana dan pantai," katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi, ia mengatakan, siswa yang sering nongkrong sepulang sekolah kebanyakan siswa sekolah menengah atas dan sekolah sederajat.
"Tingkat SMP ada, tapi jumlahnya lebih kecil," katanya.
Saat berpatroli, ia menjelaskan, selain membubarkan kerumunan petugas Satpol PP juga menyampaikan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran siswa menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
"Meminta mereka taat prokes dan ketika jam belajar habis langsung pulang ke rumah masing-masing," katanya.
Kepala Satpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Senin, mengatakan bahwa penegakan protokol kesehatan untuk menekankan penularan COVID-19 tetap digiatkan meski wilayah Mataram sudah masuk zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.
"Kegiatan patroli untuk membubarkan siswa yang nongkrong menjadi prioritas," katanya.
Selama patroli, menurut dia, petugas Satpol PP mendapati beberapa titik yang sering menjadi tempat siswa menongkrong sepulang sekolah, antara lain kawasan pantai dan Jalan Udayana.
"Di titik-titik lain ada, tapi jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan kawasan Udayana dan pantai," katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi, ia mengatakan, siswa yang sering nongkrong sepulang sekolah kebanyakan siswa sekolah menengah atas dan sekolah sederajat.
"Tingkat SMP ada, tapi jumlahnya lebih kecil," katanya.
Saat berpatroli, ia menjelaskan, selain membubarkan kerumunan petugas Satpol PP juga menyampaikan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran siswa menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
"Meminta mereka taat prokes dan ketika jam belajar habis langsung pulang ke rumah masing-masing," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Iran tegaskan Selat Hormuz tidak ditutup, Dua kapal Indonesia diizinkan lewat
15 March 2026 7:17 WIB
Tragedi Gili Trawangan, DPR minta protokol keselamatan wisata dan olahraga diperkuat
25 July 2025 17:53 WIB
Indonesia-Belanda menyepakati taati protokol karantina bawang bombai
03 December 2024 6:01 WIB, 2024
Pemerintah Indonesia-Jepang tandatangani kesepakatan Protokol Perubahan IJEPA
09 August 2024 5:19 WIB, 2024
Antisipasi cuaca ekstrem, Perantingan pohon di jalan protokol Mataram jadi prioritas
05 February 2024 17:00 WIB, 2024
Pemkab Cianjur keluarkan surat edaran tentang protokol pencegahan COVID-19
25 December 2023 17:15 WIB, 2023