"Kasus-kasus narkoba ini hampir setiap lingkungan di seluruh NTB, itu pasti ada,"

Mataram (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Badrun menyoroti semakin maraknya praktik judi sabung ayam dan peredaran narkoba di wilayah itu.

"Begitu terpilih, kami sudah langsung bekerja dan sampai kemarin kami sudah menerima laporan permasalahan-permasalahan keumatan yang justru sangat luar biasa. Salah satu yang sangat menonjol dan sangat mengkhawatirkan kita di Kota Mataram, ada tiga lokasi perjudian sabung ayam yang marak," ujarnya pada kegiatan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan MUI NTB masa khidmad 2025-2030 yang dirangkai dengan silaturahmi kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Sabtu.

Selain maraknya perjudian sabung ayam, Badrun juga menyoroti maraknya kasus-kasus peredaran narkoba yang terjadi di seluruh wilayah NTB.

"Kasus-kasus narkoba ini hampir setiap lingkungan di seluruh NTB, itu pasti ada," kata Badrun.

Kegiatan pengukuhan dan silaturahmi kebangsaan Dewan Pimpinan MUI NTB ini, dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Ketua MUI Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital KH Masduki Baidlowi, dan para alim ulama, serta tokoh agama lainnya.

Menurut dia, kasus-kasus seperti ini tidak bisa terus dibiarkan. Dibutuhkan sinergi dan peran semua pihak untuk mengatasi hal tersebut. Bahkan MUI, kata Badrun, siap membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut bersama seluruh elemen masyarakat lainnya.

"Pengurus-pengurus yang jumlahnya 125 ini siap untuk bekerjasama dengan Gubernur NTB, dan seluruh Tuan Guru di seantero NTB juga siap untuk mendukung Pak Gubernur bagaimana kita menyelesaikan permasalahan tersebut," katanya.

Sementara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal meminta MUI tidak hanya berperan dalam ranah keagamaan, tetapi juga aktif dalam ijtihad sosial untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Salah satu tadi dari apa yang disampaikan oleh Ketua MUI NTB. Tetapi ada banyak masalah lain yang sangat membutuhkan keterlibatan MUI mulai dari pernikahan usia dini, narkoba, dan yang paling sensitif adalah masalah semakin banyak terjadi pelecehan seksual justru di institusi pendidikan Islam," ujarnya.

Menurutnya, bagi pemerintah daerah. Hal tersebut merupakan perjuangan yang luar biasa beratnya untuk menahan stigma negatif bahwa pesantren rentan terhadap pelecehan seksual.

"Ini salah satu yang kita harapkan dari MUI, bagaimana berperan di depan, sehingga menunjukkan sekaligus menentang stigma itu. Bahwa kami umat Islam yang justru menentang hal-hal seperti itu (pelecehan seksual, red). Ini lah makanya kita melakukan ijtihad sosial," tegas Gubernur NTB.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan ada tiga prioritas pemerintahannya bersama Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri, yakni mengentaskan kemiskinan ekstrem yang jumlahnya saat ini sebanyak 114 ribu kepala keluarga (KK) tersebar di 106 desa. Di mana target-nya di 2029, kemiskinan ekstrem tersebut bisa nol persen yang mana angka kemiskinan NTB saat ini 12 persen menjadi bisa turun 1 digit di bawah rata-rata nasional.

Prioritas selanjutnya, yakni ketahanan pangan dan kemudian pembangunan destinasi berkelas dunia.

"Memang dari tiga ini ada satu hal penting yang tidak disebutkan dalam tiga prioritas itu, yakni pembangunan spiritual. Ini (tiga prioritas) tadi tidak akan bisa kita capai tanpa kita memperkuat pembangunan spiritual. Karena itu, pembangunan spiritual ini menjadi program prioritas dan inilah yang kita titipkan pada MUI. Semoga MUI bisa memberikan bantuan dan dukungan bekerjasama dengan Pemprov NTB untuk mencapai tujuan tersebut," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026