Polisi periksa sampel makanan keracunan massal pelajar di Praya Barat
Kamis, 21 Oktober 2021 19:54 WIB
Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (20/10/2021). ANTARA/Akhyar Rosidi/aa.
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Satreskrim Polsek Praya Barat telah menyita beberapa sampel makanan maupun bahan pembuat tempe Goreng untuk dilakukan uji lab, guna memastikan penyebab keracunan massal pelajar di Sekolah MI Al Basiah Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
"Anggota telah melakukan olah TKP keracunan dengan menyita bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng, saos yang dijual dan menyerahkan bahan-bahan untuk dilakukan uji Lab ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah," ujar Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto, Kamis (21/10).
Baca juga: Puluhan pelajar di Praya Barat Lombok Tengah keracunan makanan
Ditegaskan, hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu pihaknya juga telah mengambil keterangan korban keracunan maupun penjual.
"Dugaan sementara penyebabnya keracunan makanan," katanya.
"Alhamdulillah semua korban cepat ditangani oleh pihak Medis dan secara umum kondisi korban sampai saat ini sudah membaik," ujarnya.
Sebelumnya, Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (20/10).
"Korban telah dirawat di Puskesmas," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Praya Barat AKP Heri Indrayanto yang di hubungi Wartawan membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan peristiwa itu bermula pada jam istirahat siswa siswiberbelanja membeli gorengan tempe ditambah saos sambal yang dijual oleh Maini Alias Inaq Sapoan di halaman Sekolah. Berselang 15 menit setelah memakan gorengan tempe saos sambal Siswa/Siswi tersebut merasakan gejala mual, muntah-muntah dan Pusing.
"Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikannya ke Puskesmas Mangkung untuk mendapatkan perawatan medis," katanya.
Lebih jauh Kapolsek menjelaskan bahwa jumlah yang sedang diinfus sebanyak 22 orang dengan gejala muntah, mual dan pusing di Puskesmas Mangkung. Selain para pelajar yang keracunan, penjual gorengan juga menjadi korban setelah memakan tempe buatannya.
"Sedangkan yang masih menjalani observasi sebanyak 13 orang dengan gejala mual, muntah dan pusing," katanya.
"Anggota telah melakukan olah TKP keracunan dengan menyita bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng, saos yang dijual dan menyerahkan bahan-bahan untuk dilakukan uji Lab ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah," ujar Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto, Kamis (21/10).
Baca juga: Puluhan pelajar di Praya Barat Lombok Tengah keracunan makanan
Ditegaskan, hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu pihaknya juga telah mengambil keterangan korban keracunan maupun penjual.
"Dugaan sementara penyebabnya keracunan makanan," katanya.
"Alhamdulillah semua korban cepat ditangani oleh pihak Medis dan secara umum kondisi korban sampai saat ini sudah membaik," ujarnya.
Sebelumnya, Puluhan pelajar di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (20/10).
"Korban telah dirawat di Puskesmas," kata Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Praya Barat AKP Heri Indrayanto yang di hubungi Wartawan membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan peristiwa itu bermula pada jam istirahat siswa siswiberbelanja membeli gorengan tempe ditambah saos sambal yang dijual oleh Maini Alias Inaq Sapoan di halaman Sekolah. Berselang 15 menit setelah memakan gorengan tempe saos sambal Siswa/Siswi tersebut merasakan gejala mual, muntah-muntah dan Pusing.
"Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikannya ke Puskesmas Mangkung untuk mendapatkan perawatan medis," katanya.
Lebih jauh Kapolsek menjelaskan bahwa jumlah yang sedang diinfus sebanyak 22 orang dengan gejala muntah, mual dan pusing di Puskesmas Mangkung. Selain para pelajar yang keracunan, penjual gorengan juga menjadi korban setelah memakan tempe buatannya.
"Sedangkan yang masih menjalani observasi sebanyak 13 orang dengan gejala mual, muntah dan pusing," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024