Lombok Timur (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama DPRD Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan evaluasi terhadap program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Kami akui banyak permasalahan dalam Program MBG selama satu tahun ini, sehingga ini menjadi bahan evaluasi," kata Ketua Satgas MBG Lombok Timur HM Juaini Taofik di Lombok Timur, Senin.
Ia mengatakan banyak kasus terjadi selama satu tahun perjalanan Program MBG di Lombok Timur, seperti kasus keracunan makanan, sehingga menjadi bahan evaluasi bersama untuk lebih baik kedepannya.
Pihaknya mengakui Program MBG memberikan dampak positif ekonomi daerah, karena memberikan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Timur.
"Memang memberikan dampak, tapi tidak menutup mata dengan apa yang terjadi di lapangan," ujarnya.
Baca juga: PMII Lombok Timur gelar aksi soroti dugaan keracunan MBG di Pringgabaya
Lebih lanjut Taofik mengatakan Satgas juga akan membentuk tim pengawas dan monitoring. "Kami akan bentuk tim monitoring dari luar mitra MBG. Ini salah satu bentuk transparansi dalam melakukan pengawasan," katanya.
"Tim monitoring ini nantinya akan bertugas menampung keluhan, saran, ketika ada masalah langsung tertangani dengan cepat," ucapnya
Selain itu, menurutnya, dengan adanya delegasi wewenang secara berjenjang dapat meminimalisasi masalah dan bisa menyelesaikan masalah MBG tanpa harus selalu menunggu instruksi dari tingkat pusat maupun provinsi.
"Pemda berkomitmen melakukan penyempurnaan menyeluruh, sehingga kalau ada persoalan cepat kita ketahui," ujarnya.
Baca juga: Satgas minta sekolah di Lombok Timur pastikan siswa habiskan MBG
Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Lombok Timur M Yusri. Ia mengaku banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait permasalahan MBG ini di lapangan.
"Program MBG ini sangat bagus, sehingga perlu diawasi dengan baik," jelasnya.
Karena itu pihaknya mengundang Satgas Korwil MBG dan SPPG serta OPD terkait untuk melakukan evaluasi terhadap Program MBG tersebut.
"Kami cari solusi, sehingga evaluasi dilakukan. Dengan harapan program Presiden Prabowo ini berjalan sesuai harapan," katanya.
Baca juga: Polisi usut penyebab keracunan pelajar setelah santap MBG di Lombok Timur
Baca juga: Satgas: Kasus siswa keracunan MBG di Lombok Timur tertangani
Baca juga: Sejumlah siswa di Lombok Timur diduga keracunan MBG, Satgas: Kami kroscek
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026