Tim Pora NTB menggencarkan pemetaan WNA jelang WSBK Mandalika
Jumat, 22 Oktober 2021 21:21 WIB
Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto. ANTARA/Dhimas B.P
Mataram (ANTARA) - Tim pengawasan orang asing yang berada di bawah kendali Kanwil Kemenkumham NTB kini sedang menggencarkan pemetaan dari keberadaan warga negara asing (WNA) menjelang perhelatan World Superbike 2021 Mandalika.
Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto di Mataran, Jumat, mengungkapkan, langkah ini menjadi bagian dari kesiapan pihaknya dalam mendukung kelancaran kegiatan balap motor bertaraf internasional tersebut.
"Kita dahulukan pemetaan warga negara asing yang sudah ada di wilayah kita. Secara legalitasnya, bagaimana kegiatan mereka di sini. Itu yang kita petakan semua," tutur Haris.
Langkah demikian, dinilainya sudah tepat. Karena akan memudahkan pengawasan orang asing yang nantinya diprediksi banyak berdatangan pada saat WSBK Mandalika berlangsung 19-21 November mendatang.
"Jadi ketika tamu asing berdatangan, akan lebih mudah kita mendeteksinya," ucap dia.
Selain itu, Haris mempertimbangkan status NTB yang kini belum termasuk sebagai gerbang utama penerima kedatangan warga negara asing, sesuai Permenkumham Nomor 34/2021.
“Sehingga tamu asing yang masuk ke NTB, tidak akan diperiksa ketat, karena mereka sudah jalani pemeriksaan lebih dahulu di pintu masuk wilayah Indonesia, seperti di Bali, Batam," kata Haris.
Karenanya, lanjut dia, saat perhelatan WSBK dimulai, tim pora akan lebih fokus melakukan pengawasan di areal Sirkuit Mandalika.
Dalam kegiatan ini, Haris juga meminta dukungan dan keterlibatan seluruh pihak. Apabila menemukan masalah terkait keberadaan orang asing, Haris mempersilakan untuk melaporkannya melalui aplikasi pelaporan orang asing (APOA).
Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto di Mataran, Jumat, mengungkapkan, langkah ini menjadi bagian dari kesiapan pihaknya dalam mendukung kelancaran kegiatan balap motor bertaraf internasional tersebut.
"Kita dahulukan pemetaan warga negara asing yang sudah ada di wilayah kita. Secara legalitasnya, bagaimana kegiatan mereka di sini. Itu yang kita petakan semua," tutur Haris.
Langkah demikian, dinilainya sudah tepat. Karena akan memudahkan pengawasan orang asing yang nantinya diprediksi banyak berdatangan pada saat WSBK Mandalika berlangsung 19-21 November mendatang.
"Jadi ketika tamu asing berdatangan, akan lebih mudah kita mendeteksinya," ucap dia.
Selain itu, Haris mempertimbangkan status NTB yang kini belum termasuk sebagai gerbang utama penerima kedatangan warga negara asing, sesuai Permenkumham Nomor 34/2021.
“Sehingga tamu asing yang masuk ke NTB, tidak akan diperiksa ketat, karena mereka sudah jalani pemeriksaan lebih dahulu di pintu masuk wilayah Indonesia, seperti di Bali, Batam," kata Haris.
Karenanya, lanjut dia, saat perhelatan WSBK dimulai, tim pora akan lebih fokus melakukan pengawasan di areal Sirkuit Mandalika.
Dalam kegiatan ini, Haris juga meminta dukungan dan keterlibatan seluruh pihak. Apabila menemukan masalah terkait keberadaan orang asing, Haris mempersilakan untuk melaporkannya melalui aplikasi pelaporan orang asing (APOA).
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenpar meminta polisi-PORA tuntaskan kasus penculikan warga Ukraina
01 February 2025 6:26 WIB, 2025
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024