Dua tewas, truk bermuatan kayu rem blong di Jalan Raya Bayan KLU
Kamis, 10 November 2022 12:33 WIB
Truk pengangkut kayu serta 12 buruh mengalami rem blong di Jalan Raya Bayan Dusun Pawang Kunyit 1, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (9/11), sehingga dua orang meninggal.
Mataram (ANTARA) - Truk pengangkut kayu serta 12 buruh mengalami rem blong di Jalan Raya Bayan Dusun Pawang Kunyit 1, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (9/11), sehingga dua orang meninggal.
Kedua korban meninggal itu, yakni, Herman (29), warga Dusun Luk Barat, Desa Gondang, Kecamatan Gangga dan Epan Sutomo (29), warga Ld Tumbak Dusun Sejuik Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Sedangkan 10 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta SIK MH melalui Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Asri Putra Bahari STr, Kamis, membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas truk yang kemudikan oleh Alwan Wijaya dengan membawa penumpang sebanyak 12 orang.
Kasat Lantas menjelaskan sebelum terjadinya kecelakaan, kendaraan truk bernomor polisi DR 8100 S yang membawa muatan berupa kayu kebun dan 12 orang penumpang/buruh yang duduk di bak belakang, melaju dari arah Dusun Munder menuju ke arah Desa Mumbul Sari (selatan ke utara).
Dalam perjalanan, pengemudi merasakan ada masalah dengan rem kendaraannya dan sempat berhenti di bengkel Dusun Belencong atau dekat tempat kejadian perkara.
Pada saat dicek ternyata minyak rem kendaraannya habis, namun karena di bengkel tersebut tidak ada menjual minyak rem. Sehingga pengemudi melanjutkan perjalanan.
"Tiba-tiba rem kendaraan tidak berfungsi atau blong membuat pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannnya sehingga beberapa orang penumpang/buruh yang ada di bak kendaraan panik dan melompat dari atas kendaraan. Selanjutnya sekitar satu kilometer dari penumpang loncat dari bak truk dan terjadilah kecelakaan tunggal," katanya.
Kasat Lantas Polres Lombok Utara juga berharap kepada pengemudi apalagi jenis truk yang membawa beban yang cukup berat untuk berhati-hati.
"Diharapkan sebelum menjalankan kendaraannya tersebut harus dicek betul tentang Latbos (Listrik atau pengapiannya, Air di radiator, Tekanan udara pada ban, Busi, serta oli baik itu oli mesin, power steering maupun minyak rem dan surat kendaraan). Sehingga kemungkinan yang terjadi yang diakibatkan oleh kendaraan yang dibawa bisa diminimalisir," katanya.
Kedua korban meninggal itu, yakni, Herman (29), warga Dusun Luk Barat, Desa Gondang, Kecamatan Gangga dan Epan Sutomo (29), warga Ld Tumbak Dusun Sejuik Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Sedangkan 10 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta SIK MH melalui Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Asri Putra Bahari STr, Kamis, membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas truk yang kemudikan oleh Alwan Wijaya dengan membawa penumpang sebanyak 12 orang.
Kasat Lantas menjelaskan sebelum terjadinya kecelakaan, kendaraan truk bernomor polisi DR 8100 S yang membawa muatan berupa kayu kebun dan 12 orang penumpang/buruh yang duduk di bak belakang, melaju dari arah Dusun Munder menuju ke arah Desa Mumbul Sari (selatan ke utara).
Dalam perjalanan, pengemudi merasakan ada masalah dengan rem kendaraannya dan sempat berhenti di bengkel Dusun Belencong atau dekat tempat kejadian perkara.
Pada saat dicek ternyata minyak rem kendaraannya habis, namun karena di bengkel tersebut tidak ada menjual minyak rem. Sehingga pengemudi melanjutkan perjalanan.
"Tiba-tiba rem kendaraan tidak berfungsi atau blong membuat pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannnya sehingga beberapa orang penumpang/buruh yang ada di bak kendaraan panik dan melompat dari atas kendaraan. Selanjutnya sekitar satu kilometer dari penumpang loncat dari bak truk dan terjadilah kecelakaan tunggal," katanya.
Kasat Lantas Polres Lombok Utara juga berharap kepada pengemudi apalagi jenis truk yang membawa beban yang cukup berat untuk berhati-hati.
"Diharapkan sebelum menjalankan kendaraannya tersebut harus dicek betul tentang Latbos (Listrik atau pengapiannya, Air di radiator, Tekanan udara pada ban, Busi, serta oli baik itu oli mesin, power steering maupun minyak rem dan surat kendaraan). Sehingga kemungkinan yang terjadi yang diakibatkan oleh kendaraan yang dibawa bisa diminimalisir," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi banjir susulan, Kayu tumbang di Sungai Jangkuk Mataram diangkat
26 January 2026 15:25 WIB
Kemenhut sebut 12 perusahaan terindikasi berkontribusi picu banjir Sumatera
04 December 2025 19:48 WIB
Mentan Andi Amran sebut pengendalian impor untuk gairahkan rantai pasok ubi kayu
26 September 2025 4:48 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024