KPU NTB: partisipasi pemilih pemilu akan meningkat
Rabu, 29 Mei 2013 18:59 WIB
Mataram, 29/5 (Antara) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat memprediksikan partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif 2014 akan meningkat dibandingkan dengan pilkada gubernur/wakil gubernur pada 13 Mei 2013.
Ketua Divisi Sosialisasi, Informasi, Pendidikan Pemilih, Pengembangan Sumber Daya Manusia KPU NTB Darmansyah di Mataram, Rabu, mengetakan pada Pilkada 2013 partisipasi pemilih 70,46 persen dari total pemilih pada daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.478.481 orang.
Ia mengatakan, pada pemilu legislatif kecenderungan tingkat partisipasi pemilih akan lebih tinggi, karena banyak calon anggota legislatif (caleg) yang akan tampil bukan hanya dari DPR RI, tetapi juga DPR provinsi dan kabupaten/kota serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
"Pada Pemilu Legislatif 2014 kita menargetkan partisipasi pemilih mencapai 75 persen. Kita optimistis ini bisa tercapai, karena pada pemilu nanti cukup banyak partai yang berjuang mendapatkan suara sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Ia mengatakan, masing-masing caleg berkepentingan untuk mendapatkan suara, sehingga mereka akan mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka menggunakan segala cara.
Menurut dia, kondisinya berbeda ketika Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB, calon yang berkepentingan hanya empat pasangan dan tidak semua partai politik ikut berjuang meraih suara guna memenangkan pasangan calon yang diusungnya.
"Pada pilkada itu juga tidak secara masif memobilisasi pemilih, kecuali partai yang ikut mengusung pasangan calon. Ini yang menyebabkan tingkat partisipasi pemilih relatif rendah," kata Darmansyah.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU NTB melakukan berbagai upaya antara lain melalui program KPU masuk kampus atau "goes to campus" untuk menyosialisasikan Pemilu Legislatif 2014 dalam upaya mengurangi angka golput (golongan putih) atau masyarakat yang tidak memberikan hak suaranya.
Ia mengatakan, sosialisasi melalui program masuk kampus itu diharapkan berdampak terhadap para mahasiswa untuk memberikan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2014
Selain itu, katanya, pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui khutbah Jumat bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama NTB dengan melibatkan 500 khatib di sejumlah masjid.
"Kita menyebarkan khutbah Jumat yang telah diisi dengan materi sosialisasi mengenai pentingnya memberikan hak suara bagi seluruh masyarakat pada pemilu," katanya.
Menurut Darmansyah, tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB 13 Mei 2013 sebesar 70,46 persen. Ini berarti angka golput di daerah ini mencapai 20,64 persen (*)
Ketua Divisi Sosialisasi, Informasi, Pendidikan Pemilih, Pengembangan Sumber Daya Manusia KPU NTB Darmansyah di Mataram, Rabu, mengetakan pada Pilkada 2013 partisipasi pemilih 70,46 persen dari total pemilih pada daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.478.481 orang.
Ia mengatakan, pada pemilu legislatif kecenderungan tingkat partisipasi pemilih akan lebih tinggi, karena banyak calon anggota legislatif (caleg) yang akan tampil bukan hanya dari DPR RI, tetapi juga DPR provinsi dan kabupaten/kota serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
"Pada Pemilu Legislatif 2014 kita menargetkan partisipasi pemilih mencapai 75 persen. Kita optimistis ini bisa tercapai, karena pada pemilu nanti cukup banyak partai yang berjuang mendapatkan suara sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Ia mengatakan, masing-masing caleg berkepentingan untuk mendapatkan suara, sehingga mereka akan mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka menggunakan segala cara.
Menurut dia, kondisinya berbeda ketika Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB, calon yang berkepentingan hanya empat pasangan dan tidak semua partai politik ikut berjuang meraih suara guna memenangkan pasangan calon yang diusungnya.
"Pada pilkada itu juga tidak secara masif memobilisasi pemilih, kecuali partai yang ikut mengusung pasangan calon. Ini yang menyebabkan tingkat partisipasi pemilih relatif rendah," kata Darmansyah.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU NTB melakukan berbagai upaya antara lain melalui program KPU masuk kampus atau "goes to campus" untuk menyosialisasikan Pemilu Legislatif 2014 dalam upaya mengurangi angka golput (golongan putih) atau masyarakat yang tidak memberikan hak suaranya.
Ia mengatakan, sosialisasi melalui program masuk kampus itu diharapkan berdampak terhadap para mahasiswa untuk memberikan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2014
Selain itu, katanya, pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui khutbah Jumat bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama NTB dengan melibatkan 500 khatib di sejumlah masjid.
"Kita menyebarkan khutbah Jumat yang telah diisi dengan materi sosialisasi mengenai pentingnya memberikan hak suara bagi seluruh masyarakat pada pemilu," katanya.
Menurut Darmansyah, tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur NTB 13 Mei 2013 sebesar 70,46 persen. Ini berarti angka golput di daerah ini mencapai 20,64 persen (*)
Pewarta : Oleh Masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemilih pemula dan edukasi pemilu berkelanjutan untuk masa depan demokrasi
05 November 2025 13:00 WIB
Tingkat partisipasi pemilih di Dompu lampaui target nasional dan tertinggi se-NTB
13 January 2025 9:01 WIB, 2025
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024