MUI NTB: aksi teror bukan ajaran agama
Selasa, 4 Juni 2013 15:56 WIB
Mataram, 4/6 (Antara) - Ketua Majelis Ulama Nusa Tenggara Barat H Saiful Muslim mengatakan aksi teror yang dilakukan para teroris bukan merupakan ajaran agama, karena itu harus dilawan secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
"Teroris menakuti dan mengorbankan orang lain tanpa tujuan yang jelas. Kalau pun alasannya untuk berjihad, agama tidak mengajarkan kepada pemeluknya untuk berjihad seperti itu," katanya pada kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan komponen masyarakat NTB di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, para teroris itu berjihad atas nama agama, namun sering kali uang yang digunakan untuk mendanai aksi teror itu asalnya dari hasil merampok.
Karena itu, menurut Saiful, tidak benar jihad yang dilakukan para teroris itu untuk membela agama.
"Para pelaku perampokan bank dan toko emas itu diduga dilakukan para teroris, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk membeli bahan bom. Itu tidak bisa dibenarkan menurut ajaran agama," ujarnya.
Karena itu Saiful mendukung upaya aparat keamanan mengatasi aksi teror yang hingga kini masih terjadi dengan cara represif agar tidak lagi teror yang meresahkan masyarakat.
Menurut dia, untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib di NTB termasuk dari kemungkinan masuknya para teroris di daerah ini, masyarakat dan aparat keamanan termasuk TNI harus menjalin komunikasi secara terus-menerus.
"Dengan terjalinnya komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat, para teroris akan kesulitan menjalankan aksinya," ujarnya.
Saiful mendukung kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Korem 162/Wira Bhakti dalam rangka mempererat silaturahim antara masyarakat dan jajaran TNI. (*)
"Teroris menakuti dan mengorbankan orang lain tanpa tujuan yang jelas. Kalau pun alasannya untuk berjihad, agama tidak mengajarkan kepada pemeluknya untuk berjihad seperti itu," katanya pada kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) TNI dengan komponen masyarakat NTB di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, para teroris itu berjihad atas nama agama, namun sering kali uang yang digunakan untuk mendanai aksi teror itu asalnya dari hasil merampok.
Karena itu, menurut Saiful, tidak benar jihad yang dilakukan para teroris itu untuk membela agama.
"Para pelaku perampokan bank dan toko emas itu diduga dilakukan para teroris, kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk membeli bahan bom. Itu tidak bisa dibenarkan menurut ajaran agama," ujarnya.
Karena itu Saiful mendukung upaya aparat keamanan mengatasi aksi teror yang hingga kini masih terjadi dengan cara represif agar tidak lagi teror yang meresahkan masyarakat.
Menurut dia, untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib di NTB termasuk dari kemungkinan masuknya para teroris di daerah ini, masyarakat dan aparat keamanan termasuk TNI harus menjalin komunikasi secara terus-menerus.
"Dengan terjalinnya komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat, para teroris akan kesulitan menjalankan aksinya," ujarnya.
Saiful mendukung kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Korem 162/Wira Bhakti dalam rangka mempererat silaturahim antara masyarakat dan jajaran TNI. (*)
Pewarta : Oleh Masnun
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
99 delegasi NU Jatim siap ikut Gerak Jalan "Resolusi Jihad" Mojokerto-Surabaya
27 October 2024 20:44 WIB, 2024
Pemain Jihad Ayoub fokus tingkatkan kondisi fisik setelah gabung PSS Sleman
19 February 2024 6:22 WIB, 2024
Dokter tim PSS Feras ungkap kondisi dua pemain asing menjelang hadapi Borneo
16 March 2023 6:43 WIB, 2023
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024