Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat melakukan pengasapan di Desa Teruwai dan Desa Gapura, Kecamatan Pujut untuk mencegah adanya kasus deman berdarah (DBD) pada musim hujan awal 2023.

"Ada empat kasus positif DBD di Desa Gapura dan tiga kasus positif di Desa Teruwai yang terjadi awal tahun ini, sehingga dilakukan fogging," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, H Suardi di Praya, Jumat.

Kegiatan itu melibatkan semua pihak, termasuk TNI-Polri sebagai upaya mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD di Lombok Tengah. Dari kasus DBD positif termasuk tidak ada pasien yang meninggal dunia, mereka telah diberikan pelayanan dan telah sembuh.

"Tidak ada kasus yang meninggal dunia," katanya.

Selain melaksanakan gotong, petugas kesehatan dari Puskesmas Teruwai dan petugas dari Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan dan pemberantasan jentik nyamuk untuk menanggulangi masalah demam berdarah di rumah warga yang terkena DBD.

"Kegiatan meliputi pengecekan beberapa tempat penampungan air seperti toilet, penampungan air di bak kamar mandi serta penampungan sampah," katanya.

Ia mengatakan, wilayah yang selama ini sering menjadi kantong penyebaran DBD dari laporan yang diterima memang ada di wilayah Kecamatan Jonggat, Kecamatan Pujut hingga di Kecamatan Praya.

Berdasarkan data dinas kesehatan jumlah kasus demam berdarah di Lombok Tengah 2022 mencapai 57 kasus dan didominasi oleh orang dewasa.

Ia juga berharap agar masyarakat juga selalu memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat sarang nyamuk.

“Warga kita juga harapkan supaya tetap menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, sehingga tidak ada tempat sarang nyamuk," katanya.


 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024