Wisatawan ke Rinjani Capai 10.000 Orang
Senin, 4 Agustus 2014 20:21 WIB
Ilustrasi - Pendakian ke Gunung Rinjani (Ist)
Mataram, (Antara) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat angka pendakian ke Gunung Rinjani melalui pintu masuk Sembalun Lombok Timur sudah mencapai 10.000 orang lebih.
Kepala Pos Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sembalun Zulfahri mengatakan, peningkatan jumlah para pendaki tersebut, terlihat dari tingginya angka kunjungan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang terpantau melalui pos penjagaan di pintu masuk Sembalun.
"Itu yang tercatat mulai Januari sampai bulan Juli lalu, sementara untuk bulan Agustus ini datanya masih direkap, tapi yang jelas sudah ada puluhan orang yang mendaki ke Rinjani sejak awal Agustus,"kata Zulfahri saat dihubungi dari Mataram, Senin.
Ia memperkirakan, jumlah para pendaki yang akan ke Gunung Rinjani akan terus bertambah dan puncaknya pada bulan Agustus hingga September mendatang, seiring cuaca pada bulan tersebut sangat mendukung untuk melakukan pendakian.
Berdasarkan catatannya, para pendaki untuk nusantara berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Sulawesi, Jakarta, Jawa, Kalimantan, termasuk para pendaki lokal asal NTB. Sedangkan, untuk wisatawan asing berasal dari Eropa, Amerika, Singapura dan Malaysia.
"Rata-rata mereka yang mendaki ke Rinjani ini dalam rombongan besar, mulai dari 10 orang, bahkan sampai 40 orang dalam satu rombongan,"ujarnya.
Ia juga menambahkan, meskipun pendakian ke salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia tersebut, sempat ditutup selama tiga bulan dari Januari sampai Maret lalu, namun antusias wisatawan baik mancanegara maupun nusantara yang ingin melihat keindahan alam Rinjani tetap tinggi setiap tahunnya.
"Waktu ditutup memang tidak ada yang naik ke Rinjai tapi begitu dibuka kembali pada bulan April lalu, jumlah pendaki terus saja bertambah. Makanya perkiraan kita jumlah pendakian ke Rinjani pada tahun 2014 ini akan meningkat dari tahun 2013 lalu,"tandasnya.
Untuk diketahui, total wisatawan yang berkunjung ke kawasan TNGR pada 2013 lalu mencapai 10.200 orang. Dari jumlah itu, 40 persen diantaranya wisatawan mancanegara.
Kepala Pos Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sembalun Zulfahri mengatakan, peningkatan jumlah para pendaki tersebut, terlihat dari tingginya angka kunjungan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang terpantau melalui pos penjagaan di pintu masuk Sembalun.
"Itu yang tercatat mulai Januari sampai bulan Juli lalu, sementara untuk bulan Agustus ini datanya masih direkap, tapi yang jelas sudah ada puluhan orang yang mendaki ke Rinjani sejak awal Agustus,"kata Zulfahri saat dihubungi dari Mataram, Senin.
Ia memperkirakan, jumlah para pendaki yang akan ke Gunung Rinjani akan terus bertambah dan puncaknya pada bulan Agustus hingga September mendatang, seiring cuaca pada bulan tersebut sangat mendukung untuk melakukan pendakian.
Berdasarkan catatannya, para pendaki untuk nusantara berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Sulawesi, Jakarta, Jawa, Kalimantan, termasuk para pendaki lokal asal NTB. Sedangkan, untuk wisatawan asing berasal dari Eropa, Amerika, Singapura dan Malaysia.
"Rata-rata mereka yang mendaki ke Rinjani ini dalam rombongan besar, mulai dari 10 orang, bahkan sampai 40 orang dalam satu rombongan,"ujarnya.
Ia juga menambahkan, meskipun pendakian ke salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia tersebut, sempat ditutup selama tiga bulan dari Januari sampai Maret lalu, namun antusias wisatawan baik mancanegara maupun nusantara yang ingin melihat keindahan alam Rinjani tetap tinggi setiap tahunnya.
"Waktu ditutup memang tidak ada yang naik ke Rinjai tapi begitu dibuka kembali pada bulan April lalu, jumlah pendaki terus saja bertambah. Makanya perkiraan kita jumlah pendakian ke Rinjani pada tahun 2014 ini akan meningkat dari tahun 2013 lalu,"tandasnya.
Untuk diketahui, total wisatawan yang berkunjung ke kawasan TNGR pada 2013 lalu mencapai 10.200 orang. Dari jumlah itu, 40 persen diantaranya wisatawan mancanegara.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Yanes
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024