Lombok Timur (ANTARA) - Jalur wisata Pusuk Sembalun atau kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, kembali dilanda longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari, Rabu (25/2). Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas terganggu karena material longsor dan pohon menutupi badan jalan.

Salah seorang pengendara Agus, yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa longsor terjadi tak lama sebelum dirinya melewati jalur tersebut.

“Longsornya baru saja terjadi. Pas kami lewat, materialnya sampai ke badan jalan, jadi pengendara cukup terganggu,” ujarnya di Lombok Timur, Rabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian ruas jalan. Tak hanya itu, sebuah pohon berukuran cukup besar ikut tergerus longsor. Meski belum sepenuhnya tumbang, posisi pohon tersebut masih berdiri dan dinilai berpotensi membahayakan pengendara.

Baca juga: Jalur pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka mulai 28 Maret

Ada pohon yang jatuh tapi masih berdiri. Itu berbahaya kalau tiba-tiba roboh.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri, membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut.

Ia menyampaikan bahwa saat ini petugas gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan serta pembersihan material longsor.

“Anggota masih di lokasi untuk pengamanan dan saat ini sedang diupayakan pembersihan material longsor,” jelasnya.

Baca juga: Pendakian Rinjani makin aman, TNGR lakukan survei lokasi jalur

Menurutnya, longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Hujan tadi cukup deras, namun untuk korban jiwa tidak ada,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat dan pengendara yang hendak melintas maupun berkunjung ke kawasan Sembalun agar selalu berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca juga: Longsor Rinjani Lombok Timur, Dua alat berat dikerahkan
Baca juga: Akses ke Rinjani Lombok Timur tertimbun longsor

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026