Mataram, NTB (ANTARA) - Sejumlah berita menarik di Nusa Tenggara Barat pada Kamis (12/3) yang perlu di baca publik.
Berikut rangkuman berita Antara NTb yaitu:
1. Kebakaran Gili Trawangan, Polisi turun tangan selidiki penyebab
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda sejumlah bangunan tempat usaha di kawasan wisata Gili Trawangan.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Utara Iptu Putu Adnyana di Lombok Utara, Kamis, mengatakan sejumlah anggota kepolisian yang tergabung dalam tim penyelidikan masih berada di lokasi kejadian.
Baca beritanya di sini
2. Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp3.042.000 per gram, Kamis 12 Maret 2026
Jakarta (ANTARA) - Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis pukul 09.20 WIB, turun tipis dari semula Rp3.047.000 menjadi Rp3.042.000 per gram.
Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turut turun ke angka Rp2.804.000 per gram dari semula Rp2.847.000 per gram.
Baca beritanya di sini
3. Polres Lombok utara audit dugaan korupsi dana Desa Akar-akar
Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Lombok Utara berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat terkait langkah audit kerugian keuangan negara dalam perkara dugaan korupsi dana Desa Akar-akar.
"Jadi, auditnya baru jalan," kata Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara AKP I Komang Wilandra di Mataram, Kamis.
Baca beritanya di sini
4. Kapolda NTB kerahkan ribuan personel amankan Operasi Ketupat Rinjani
Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Edy Murbowo mengerahkan 1.649 personel kepolisian dalam giat pengamanan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 13 Maret 2026.
"Jadi, operasi ini besok mulai. Kami melibatkan personel Polda NTB sampai polres jajaran sebanyak 1.649 personel," kata Irjen Pol. Edy Murbowo di Mataram, Kamis.
Baca beritanya di sini
5. NTB catat 985 kasus suspek campak, imunisasi rendah jadi risiko
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 985 kasus suspek campak hingga pekan ketujuh tahun 2026 yang seluruhnya berasal dari Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
"Total 985 kasus suspek campak di NTB berasal dari tiga daerah tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Kamis.
Baca beritanya di sini
Pewarta : Antara NTB
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026