Ntb Petakan Sekolah Terkait Penerapan Kurikulum 2013
Rabu, 7 Januari 2015 21:29 WIB
Ilustrasi (Ist) (1)
Mataram, (Antara NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kabupaten/kota sepakat melakukan pemetaan sekolah-sekolah yang membutuhkan renovasi dan tambahan sarana agar mantap dalam menerapkan Kurikulum 2013 yang akan diimpelementasikan secara penuh pada 2019.
"Pemetaan akan dilakukan pada 2015 ini, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Imhal di Mataram, Rabu.
Menurut dia, upaya pemetaan perlu dilakukan karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang sama, bahkan ada yang gedung fisiknya membutuhkan perbaikan.
Hasil pemetaan nantinya akan diserahkan Dikpora NTB untuk dibahas kembali dengan pemerintah kabupaten/kota bersama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.
Setelah dibahas di daerah, lanjut Imhal, baru kemudian dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk ditindaklanjuti.
"Pemerintah pusat akan membantu perbaikan gedung dan penambahan sarana melalui dana alokasi khusus (DAK) yang disiapkan setiap tahun," ucap Imhal.
Selain melakukan pemetaan kondisi sekolah, kata dia, pihaknya juga sudah mempersiapkan langkah-langkah terkait dengan pelatihan Kurikulum 2013 bagi para guru yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Menurut Imhal, sebagian guru sudah mendapatkan pelatihan tentang Kurikulum 2013, dari LMPM NTB, namun masih terbatas pada guru-guru di sekolah yang menjadi percontohan penerapan kurikulum pengganti Kurikulum 2006 tersebut.
"Untuk pelatihan guru, kami menggelar rapat koordinasi pada 2014 yang dihadiri Dikpora NTB, Dikpora Kabupaten/kota dan LPMP, kemudian ditindaklanjuti lagi dengan rapat koordinasi yang digelar LPMP," ujarnya.
Kepala LPMP NTB H M Irfan, menyebutkan sebanyak 28.445 guru sudah diberikan pelatihan pada 2014 terkait dengan Kurikulum 2013. Pelatihan itu bertujuan agar mereka mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran dan penilaian.
Mereka yang sudah dilatih berasal dari jenjang pendidikan sekolah dasar dan SMA/SMK, sedangkan guru SMP belum ada yang mendapatkan pelatihan Kurikulum 2013.
"Dari total guru yang sudah dilatih, paling banyak dari jenjang SD, yakni 17.245 orang," katanya menyebutkan.
***4***
(T.KR-WLD/B/M026/M026) 07-01-2015 08:04:11
"Pemetaan akan dilakukan pada 2015 ini, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Imhal di Mataram, Rabu.
Menurut dia, upaya pemetaan perlu dilakukan karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang sama, bahkan ada yang gedung fisiknya membutuhkan perbaikan.
Hasil pemetaan nantinya akan diserahkan Dikpora NTB untuk dibahas kembali dengan pemerintah kabupaten/kota bersama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.
Setelah dibahas di daerah, lanjut Imhal, baru kemudian dikirim ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk ditindaklanjuti.
"Pemerintah pusat akan membantu perbaikan gedung dan penambahan sarana melalui dana alokasi khusus (DAK) yang disiapkan setiap tahun," ucap Imhal.
Selain melakukan pemetaan kondisi sekolah, kata dia, pihaknya juga sudah mempersiapkan langkah-langkah terkait dengan pelatihan Kurikulum 2013 bagi para guru yang tersebar di 10 kabupaten/kota.
Menurut Imhal, sebagian guru sudah mendapatkan pelatihan tentang Kurikulum 2013, dari LMPM NTB, namun masih terbatas pada guru-guru di sekolah yang menjadi percontohan penerapan kurikulum pengganti Kurikulum 2006 tersebut.
"Untuk pelatihan guru, kami menggelar rapat koordinasi pada 2014 yang dihadiri Dikpora NTB, Dikpora Kabupaten/kota dan LPMP, kemudian ditindaklanjuti lagi dengan rapat koordinasi yang digelar LPMP," ujarnya.
Kepala LPMP NTB H M Irfan, menyebutkan sebanyak 28.445 guru sudah diberikan pelatihan pada 2014 terkait dengan Kurikulum 2013. Pelatihan itu bertujuan agar mereka mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran dan penilaian.
Mereka yang sudah dilatih berasal dari jenjang pendidikan sekolah dasar dan SMA/SMK, sedangkan guru SMP belum ada yang mendapatkan pelatihan Kurikulum 2013.
"Dari total guru yang sudah dilatih, paling banyak dari jenjang SD, yakni 17.245 orang," katanya menyebutkan.
***4***
(T.KR-WLD/B/M026/M026) 07-01-2015 08:04:11
Pewarta : Awaludin
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri buka peluang olah TKP kembali kasus kematian mahasiswa UI Akseyna Dori
08 February 2020 6:52 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB
Guru Besar IPB: Mega potensi ekowisata dimiliki Indonesia tak masuk unggulan Kabinet Merah-Putih
21 September 2025 8:38 WIB