PDIP Pimpin Koalisi Parpol Usung Musyafirin
Jumat, 20 Februari 2015 16:30 WIB
Sumbawa Barat (Antara NTB) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memimpin koalisi partai politik pengusung W Musyafirin, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, dalam pilkada tahun 2015.
"Kami memutuskan mengusung Musyafirin karena melihat peluangnya jauh lebih besar dari figur lain," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Kaharuddin Umar di Sumbawa Barat, Jumat.
Kata dia, bergabungnya PDIP dalam koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diumumkan Kamis malam(19/2) di Taliwang Sumbawa Barat. Dalam kegiatan itu hadir pengurus partai-partai anggota koalisi dan ratusan simpatisan.
Menurutnya, pihaknya tidak mematok syarat khusus kepada W Musyafirin untuk menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik di pilkada Sumbawa Barat.
"Tanpa syarat. Kami hanya meminta komitmen Musyafirin untuk masuk dan ikut membesarkan PDIP ke depan," jelas Kahar.
Untuk diketahui, koalisi bersama ini menguasai 9 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat.
Sementara itu, mengenai bakal calon wakil bupati, pihaknya mengaku siap jika nantinya kader dari partai itu ditunjuk menjadi calon wakil bupati mendampingi Musyafirin.
Hanya saja, ujarnya, koalisi bersama ini sudah sepakat menunjuk satu lembaga survei nasional yang akan melaksanakan survei elektabilitas figur wakil bupati.
Ia mengatakan penunjukan lembaga survei tersebut juga untuk menghindari terjadinya disharmonisasi antarparpol peserta koalisi, mengingat posisi sebagai calon wakil bupati sangat strategis dan menjadi incaran semua parpol anggota koalisi.
"Kesepakatannya seperti itu, calon wakil bupati akan ditentukan oleh hasil survei. Jadi tidak ada parpol yang merasa dirugikan," katanya. (*)
"Kami memutuskan mengusung Musyafirin karena melihat peluangnya jauh lebih besar dari figur lain," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Kaharuddin Umar di Sumbawa Barat, Jumat.
Kata dia, bergabungnya PDIP dalam koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diumumkan Kamis malam(19/2) di Taliwang Sumbawa Barat. Dalam kegiatan itu hadir pengurus partai-partai anggota koalisi dan ratusan simpatisan.
Menurutnya, pihaknya tidak mematok syarat khusus kepada W Musyafirin untuk menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik di pilkada Sumbawa Barat.
"Tanpa syarat. Kami hanya meminta komitmen Musyafirin untuk masuk dan ikut membesarkan PDIP ke depan," jelas Kahar.
Untuk diketahui, koalisi bersama ini menguasai 9 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat.
Sementara itu, mengenai bakal calon wakil bupati, pihaknya mengaku siap jika nantinya kader dari partai itu ditunjuk menjadi calon wakil bupati mendampingi Musyafirin.
Hanya saja, ujarnya, koalisi bersama ini sudah sepakat menunjuk satu lembaga survei nasional yang akan melaksanakan survei elektabilitas figur wakil bupati.
Ia mengatakan penunjukan lembaga survei tersebut juga untuk menghindari terjadinya disharmonisasi antarparpol peserta koalisi, mengingat posisi sebagai calon wakil bupati sangat strategis dan menjadi incaran semua parpol anggota koalisi.
"Kesepakatannya seperti itu, calon wakil bupati akan ditentukan oleh hasil survei. Jadi tidak ada parpol yang merasa dirugikan," katanya. (*)
Pewarta : Eriel Zakariah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bangkitkan budaya tenun di Desa Mantar KSB, AMMAN raih penghargaan Subroto 2024
14 October 2024 18:19 WIB, 2024
Presiden Jokowi dijadwalkan resmikan smelter AMNT di KSB NTB Senin
22 September 2024 16:20 WIB, 2024
PDGI operasi belasan anak penderita bibir sumbing di Sumbawa dan KSB
08 September 2024 13:02 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024