BSSN - BPKP meluncurkan Tim Tanggap Insiden Siber
Rabu, 31 Mei 2023 21:50 WIB
BSSN menyerahkan Surat Tanda Registrasi (STR) kepada CSIRT BPKP yang menandakan telah resmi terdaftar di BSSN. (ANTARA/HO/BSSN)
Jakarta (ANTARA) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meluncurkan Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response (CSIRT).
Pembentukan CSIRT ini merupakan bagian dari proyek prioritas strategis nasional pada RPJMN 2020-2024 yang menargetkan pembentukan 131 CSIRT, salah satunya CSIRT-BPKP.
"Tim CSIRT ini melakukan tugas monitoring, menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber," kata Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Nasional BSSN Sulistyo dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA, Rabu.
Menurut Sulistyo, tim ini dibentuk dengan tujuan melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atas insiden keamanan siber yang terjadi pada sebuah organisasi. Dalam hal ini, di lingkungan BPKP.
Sulistyo mengatakan serangan siber merupakan sebuah konsekuensi dari proses transformasi digital. Selama ini, integrasi teknologi digital dalam setiap proses bisnis telah terbukti memunculkan layanan yang lebih cepat, lebih mudah dan murah. Namun di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital tersebut dapat memunculkan celah kerawanan yang memungkinkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melakukan eksploitasi data penting.
"Saat ini, semakin tinggi tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, akan berbanding lurus dengan tingkat risiko dan ancaman keamanannya. Oleh karena itu, keberadaan Computer Security Incident Response Team menjadi penting dalam rangka mitigasi serangan dan insiden siber," kata Sulistyo menambahkan.
Baca juga: Pemerintah cepat tangani korban kejahatan siber TPPO
Baca juga: BSI kena serangan siber, BPKN kawal kasusnya
Sementara itu, Sekretaris Utama BPKP Sudarmanto sangat mengapresiasi atas dukungan BSSN dalam kolaborasi membentuk CSIRT-BPKP sebagai upaya pencegahan, perlindungan, penanggulangan serta pemulihan terhadap insiden keamanan siber khususnya di lingkungan BPKP.
"Dengan dibentuknya CSIRT-BPKP, saya berharap dapat menjadi awalan yang baik dalam menanggulangi insiden keamanan siber, mengingat sektor yang diamankan merupakan salah satu dari sektor Infrastruktur Informasi Vital," kata Sudarmanto.
Pembentukan CSIRT ini merupakan bagian dari proyek prioritas strategis nasional pada RPJMN 2020-2024 yang menargetkan pembentukan 131 CSIRT, salah satunya CSIRT-BPKP.
"Tim CSIRT ini melakukan tugas monitoring, menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber," kata Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Nasional BSSN Sulistyo dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA, Rabu.
Menurut Sulistyo, tim ini dibentuk dengan tujuan melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atas insiden keamanan siber yang terjadi pada sebuah organisasi. Dalam hal ini, di lingkungan BPKP.
Sulistyo mengatakan serangan siber merupakan sebuah konsekuensi dari proses transformasi digital. Selama ini, integrasi teknologi digital dalam setiap proses bisnis telah terbukti memunculkan layanan yang lebih cepat, lebih mudah dan murah. Namun di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital tersebut dapat memunculkan celah kerawanan yang memungkinkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melakukan eksploitasi data penting.
"Saat ini, semakin tinggi tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, akan berbanding lurus dengan tingkat risiko dan ancaman keamanannya. Oleh karena itu, keberadaan Computer Security Incident Response Team menjadi penting dalam rangka mitigasi serangan dan insiden siber," kata Sulistyo menambahkan.
Baca juga: Pemerintah cepat tangani korban kejahatan siber TPPO
Baca juga: BSI kena serangan siber, BPKN kawal kasusnya
Sementara itu, Sekretaris Utama BPKP Sudarmanto sangat mengapresiasi atas dukungan BSSN dalam kolaborasi membentuk CSIRT-BPKP sebagai upaya pencegahan, perlindungan, penanggulangan serta pemulihan terhadap insiden keamanan siber khususnya di lingkungan BPKP.
"Dengan dibentuknya CSIRT-BPKP, saya berharap dapat menjadi awalan yang baik dalam menanggulangi insiden keamanan siber, mengingat sektor yang diamankan merupakan salah satu dari sektor Infrastruktur Informasi Vital," kata Sudarmanto.
Pewarta : Suryanto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara hadiri pertemuan BEI--MSCI, Pandu Sjahrir: Kami hanya ikut menyimak
02 February 2026 18:32 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Gunung Sangeang Api Bima kian aktif, Badan Geologi temukan peningkatan gempa vulkanik dalam
27 January 2026 9:10 WIB
Pemerintah China tetap mendukung PBB meski AS mundur dari puluhan badan multilateral
09 January 2026 5:58 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024