Polisi Sukaraja tangkap pelaku penipuan bermodus dukun
Potongan kertas menyerupai uang kertas yang dijadikan barang bukti kasus penipuan dengan modus dukun pengganda uang yang tersangkanya ditangkap personel Polsek Sukaraja di Kampung Legoknyenang, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Antara/Aditya Rohman
"Tersangka UH (52) warga Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ini ditangkap di kontrakan Kampung Legoknyenang RT 005/009, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Jakarta Barat pada Senin (3/7) sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kapolsek Sukaraja Kompol Dedi Suryadi di Sukabumi, Kamis.
Menurut Dedi penangkapan tersangka berawal dari viralnya tayangan dua video berdurasi 29 dan 50 detik yang direkam warga dan diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut terlihat warga tengah berkumpul untuk melihat sejumlah kardus yang dibungkus plastik hitam disimpan di depan kontrakan tersangka. Awalnya masyarakat mencurigai bahwa bungkusan tersebut berisi uang palsu. Mendapati informasi tersebut personel Polsek Sukaraja langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Namun setelah dibuka bungkusan itu ternyata berisi potongan kertas dan sampah. Polisi yang mencurigai adanya praktik perdukunan pengganda uang kemudian mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap UH di kamar kontrakan.
Dari hasil penyidikan dan keterangan dari tersangka, sejumlah bungkusan itu untuk memperdaya korbannya AB (72), warga Ciparay, Bandung. Di mana sebelumnya, UH mengajak AB untuk menarik uang "amanah" atau gaib sekitar triliun rupiah.
Namun untuk menarik uang tersebut tersangka mengaku butuh modal untuk prosesi perdukunan agar uang amanah itu bisa ditarik senilai Rp40 juta. Korban yang tergiur apalagi dijanjikan akan mendapat bagian Rp3 miliar tanpa pikir panjang menyerahkan uang miliknya kepada UH.
Setelah itu, korban pun diminta mengambil uang amanah bagiannya tersebut di Kampung Legoknyenang yang ternyata di depan kontrakan UH pada Minggu, (2/7). Agar korban percaya, tersangka membungkus sejumlah kardus dengan plastik hitam dan menggunakan lakban coklat. Tapi aksinya tersebut keburu ramai oleh warga yang mencurigai bungkusan itu berisi uang palsu senilai miliaran rupiah. Ternyata setelah dibongkar isinya hanya potongan keras dan sampah.
Dedi mengatakan peristiwa yang tengah viral ini bukan kasus peredaran uang palsu, tetapi penipuan dengan modus dukun pengganda uang. Di mana tersangka mengaku sebagai dukun yang bisa menarik uang gaib untuk memperdaya korbannya.
Baca juga: Kasus dukun pengganda uang di Banjarnegara: Posko DVI terima laporan kehilangan 28 orang
Baca juga: Keluarga korban pembunuhan dukun pengganda uang ke Banjanegara didampingi polisi
Di sisi lain, ia mengimbau kepada warga agar tidak tersesat dan percaya terhadap orang yang mengaku bisa menggandakan uang, karena modus seperti ini sudah marak terjadi dan sayangnya masih saja ada yang menjadi korbannya.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus dukun pengganda uang di Banjarnegara: Posko DVI terima laporan kehilangan 28 orang
15 April 2023 4:39 WIB, 2023
Keluarga korban pembunuhan dukun pengganda uang ke Banjanegara didampingi polisi
06 April 2023 20:41 WIB, 2023
Aksi "Ustad Gondrong" ternyata pakai uang palsu, polisi jerat pasal berlapis
23 March 2021 13:37 WIB, 2021
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024