DPRD Nilai Bulan Budaya NTB Hamburkan Uang Daerah
Kamis, 20 Agustus 2015 23:14 WIB
Mataram (Antara NTB) - Ketua Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat Syarifudin menilai penyelenggaraan Bulan Budaya Lombok - Sumbawa yang diselenggarakan pemerintah provinsi hanya menghambur-hamburkan uang APBD, karena sasaran yang ingin dicapai dari penyelenggaraan kegiatan itu tidak jelas.
"Itu hanya menghambur-hamburkan uang daerah, sementara "output" nya tidak ada, apalagi jumlah kunjungan wisatawan ke NTB tidak kunjung menunjukkan ada peningkatan," katanya di Mataram, Rabu.
Selain itu, dia menilai keterlibatan para siswa dari berbagai sekolah dan SKPD di acara pembukaan Bulan Budaya Lombok - Sumbawa 2015, Selasa (18/8) kemarin, hanya dijadikan sebagai objek untuk meramaikan kegiatan. Sedangkan, harapan untuk meraih antusiame wisatawan untuk hadir dalam kegiatan itu tidak begitu terlihat.
"Jangan sampai acara ini acara dinas dan hanya dijadikan proyek," ujarnya.
Menurut dia, semestinya pemerintah daerah membenahi berbagai permasalahan yang selalu membelit pariwisata di daerah ini. Terutama sekali, terkait destinasi wisata di sejumlah wilayah yang hingga kini masih cukup memprihatinkan. Bahkan, terkesan sejumlah destinasi wisata itu dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan dan perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
"Yang jelas kami menilai kegiatan itu tidak memiliki kontribusi yang signifikan bagi daerah," terangnya.
Penyelenggaraan Bulan Budaya Lombok - Sumbawa 2015 ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Selasa (18/8) malam. Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, Staf ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Hari Untoro Drajad.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 18 Agustus 24 September 2015. Berbagai kegiatan di laksanakan di Bulan Budaya NTB itu, diantaranya Mataram carnaval, Pentas Seni Daerah, Pekan Tenun Lombok Sumbawa, fashion show Tenun Lombok - Sumbawa, pameran kain tenun dan pameran kerajinan bambu, ketak dan kerajinan dari tanah liat.
Gubernur menjelaskan bahwa Bulan Budaya Lombok- Sumbawa merupakan momentum pengenalan budaya sebagai identitas suatu bangsa bagi masyarakat NTB yang memiliki keanekaragaman budaya dan kearifan lokal sehingga akan lebih dikenal masyarakat dunia sebagai daerah yang kaya akan budaya. (*)
"Itu hanya menghambur-hamburkan uang daerah, sementara "output" nya tidak ada, apalagi jumlah kunjungan wisatawan ke NTB tidak kunjung menunjukkan ada peningkatan," katanya di Mataram, Rabu.
Selain itu, dia menilai keterlibatan para siswa dari berbagai sekolah dan SKPD di acara pembukaan Bulan Budaya Lombok - Sumbawa 2015, Selasa (18/8) kemarin, hanya dijadikan sebagai objek untuk meramaikan kegiatan. Sedangkan, harapan untuk meraih antusiame wisatawan untuk hadir dalam kegiatan itu tidak begitu terlihat.
"Jangan sampai acara ini acara dinas dan hanya dijadikan proyek," ujarnya.
Menurut dia, semestinya pemerintah daerah membenahi berbagai permasalahan yang selalu membelit pariwisata di daerah ini. Terutama sekali, terkait destinasi wisata di sejumlah wilayah yang hingga kini masih cukup memprihatinkan. Bahkan, terkesan sejumlah destinasi wisata itu dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan dan perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
"Yang jelas kami menilai kegiatan itu tidak memiliki kontribusi yang signifikan bagi daerah," terangnya.
Penyelenggaraan Bulan Budaya Lombok - Sumbawa 2015 ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Selasa (18/8) malam. Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, Staf ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Hari Untoro Drajad.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 18 Agustus 24 September 2015. Berbagai kegiatan di laksanakan di Bulan Budaya NTB itu, diantaranya Mataram carnaval, Pentas Seni Daerah, Pekan Tenun Lombok Sumbawa, fashion show Tenun Lombok - Sumbawa, pameran kain tenun dan pameran kerajinan bambu, ketak dan kerajinan dari tanah liat.
Gubernur menjelaskan bahwa Bulan Budaya Lombok- Sumbawa merupakan momentum pengenalan budaya sebagai identitas suatu bangsa bagi masyarakat NTB yang memiliki keanekaragaman budaya dan kearifan lokal sehingga akan lebih dikenal masyarakat dunia sebagai daerah yang kaya akan budaya. (*)
Pewarta : Nur Imansyah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menag Nasaruddin menilai Harmoni Imlek lekat dengan spiritual dan budaya Nusantara
01 March 2026 7:39 WIB
Cetak akademisi unggul, S2 STKIP Tamsis Bima bangun budaya riset sejak awal
28 February 2026 20:21 WIB
Tradisi vs modernisasi: Lombok Utara fokus musrenbang untuk pelestarian budaya
27 February 2026 13:43 WIB
Merawat demokrasi dari hal-hal yang sederhana: Refleksi budaya kerja Bawaslu Dompu
26 February 2026 14:13 WIB
Museum NTB diundang ke Australia, Wastra Lombok tembus panggung Internasional
25 February 2026 19:40 WIB
Konjen Inodonesia Noumea: Peringatan 130 tahun jaga identitas, budaya Jawa
17 February 2026 20:16 WIB