Pokdarwis Sembalun lestarikan Tari Tandang Mendet
Senin, 11 September 2023 18:12 WIB
Istimewa
Mataram (ANTARA) - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, melestarikan kesenian lokal Tari Tandang Mendet melalui latihan rutin setiap hari.
"Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa keterampilan berharga ini terus berlanjut ke generasi mendatang", kata Deni, Ketua Pokdarwis Sembalun Bumbung, Senin.
Pelestarian dilakukan dalam bentuk latihan rutin selama enam kali dalam seminggu, dari setelah pukul 20.00 WITA sampai 22.00 WITA, para pemuda dilatih untuk memainkan gamelan, drama, dan tarian tandang mendet.
"Biasanya kita mulai setelah isya, untuk latihannya ada drama, gamelan, dan yang terpenting Tarian Tandang Mendet itu sendiri," tambahnya.
Menurut dia, pemuda harus diajarkan untuk mengenal budaya lokal, agar mereka tidak kehilangan identitasnya.
"Di tengah zaman yang mulai tercemar oleh budaya barat, kita ingin generasi muda dapat mempertahankan budaya lokal agar mereka tidak kehilangan identitasnya," Lanjutnya.
Tari tandang mendet mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, namun sayangnya hal itu tidak dapat disaksikan setiap waktu kecuali pada waktu tertentu seperti acara selamatan "ngayu-ayu" pertiga tahun.
Untuk itu ke depannya kita ingin ada pertunjukan reguler yang dapat ditampilkan seminggu sekali atau bahkan setiap hari dengan harapan dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat khususnya di Sembalun Bumbung kata dia.
"Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa keterampilan berharga ini terus berlanjut ke generasi mendatang", kata Deni, Ketua Pokdarwis Sembalun Bumbung, Senin.
Pelestarian dilakukan dalam bentuk latihan rutin selama enam kali dalam seminggu, dari setelah pukul 20.00 WITA sampai 22.00 WITA, para pemuda dilatih untuk memainkan gamelan, drama, dan tarian tandang mendet.
"Biasanya kita mulai setelah isya, untuk latihannya ada drama, gamelan, dan yang terpenting Tarian Tandang Mendet itu sendiri," tambahnya.
Menurut dia, pemuda harus diajarkan untuk mengenal budaya lokal, agar mereka tidak kehilangan identitasnya.
"Di tengah zaman yang mulai tercemar oleh budaya barat, kita ingin generasi muda dapat mempertahankan budaya lokal agar mereka tidak kehilangan identitasnya," Lanjutnya.
Tari tandang mendet mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, namun sayangnya hal itu tidak dapat disaksikan setiap waktu kecuali pada waktu tertentu seperti acara selamatan "ngayu-ayu" pertiga tahun.
Untuk itu ke depannya kita ingin ada pertunjukan reguler yang dapat ditampilkan seminggu sekali atau bahkan setiap hari dengan harapan dapat menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat khususnya di Sembalun Bumbung kata dia.
Pewarta : Magang Unram
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Jerman, Berikut jadwal Muenchen tandang ke St.Pauli, Mainz jamu Dortmund
09 November 2024 9:09 WIB, 2024
Anggota FIBA Erick Thohir nilai sistem kandang-tandang bagus untuk iklim IBL
12 July 2024 5:59 WIB, 2024
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023