Brigjen TNI Agus Bhakti pimpin Satgas Kontingensi kawal perhelatan MotoGP
Kamis, 5 Oktober 2023 19:59 WIB
Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Agus Bhakti. ANTARA/Dhimas B.P.
Mataram (ANTARA) - Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti memimpin Satuan Tugas Kontingensi untuk mengawal perhelatan MotoGP yang akan berlangsung pada tanggal 13—15 Oktober 2023 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
"Untuk mengawal jalannya perhelatan MotoGP, TNI memegang peran dalam pengamanan kontingensi dengan saya sendiri sebagai komandan satgasnya," kata Brigjen TNI Agus Bhakti di Mataram, Kamis.
Menurut dia, hal yang paling berpotensi disebut sebagai kontingensi adalah persoalan kebencanaan saat perhelatan balap motor skala internasional itu berjalan.
"Yang paling memungkinkan itu bencana, baik tsunami, gempa bumi, badai, maupun kebakaran lahan. Itu semua di bawah tanggung jawab Satgas Kontingensi," ujarnya.
Dalam memegang amanah tersebut, Danrem menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan beragam persiapan.
"Kami sudah laksanakan beberapa kali rapat koordinasi. Nantinya menjelang perhelatan akan ada simulasi," ucap dia.
Dengan membawahi Satgas Kontingensi yang beranggotakan 200 personel TNI, Danrem mengatakan bahwa TNI tetap memberi dukungan pengamanan MotoGP.
"Kekuatan personel dari TNI yang diperbantukan untuk pengamanan, itu ada 100 orang," katanya.
Danrem mengatakan bahwa jumlah personel TNI yang mendapat tugas membantu pengamanan MotoGP tersebut masih bersifat sementara.
Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan penambahan tergantung pada kebutuhan Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto selaku Komandan Pengamanan MotoGP.
"Dalam hal ini, seperti pengamanan VVIP Presiden RI Joko Widodo yang akan hadir dalam acara, kami siapkan pasukan cadangan, penugasan nanti akan tergantung pada kegiatan Presiden. Apabila ada agenda lain, jumlahnya nanti akan disesuaikan," ujar dia.
"Untuk mengawal jalannya perhelatan MotoGP, TNI memegang peran dalam pengamanan kontingensi dengan saya sendiri sebagai komandan satgasnya," kata Brigjen TNI Agus Bhakti di Mataram, Kamis.
Menurut dia, hal yang paling berpotensi disebut sebagai kontingensi adalah persoalan kebencanaan saat perhelatan balap motor skala internasional itu berjalan.
"Yang paling memungkinkan itu bencana, baik tsunami, gempa bumi, badai, maupun kebakaran lahan. Itu semua di bawah tanggung jawab Satgas Kontingensi," ujarnya.
Dalam memegang amanah tersebut, Danrem menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan beragam persiapan.
"Kami sudah laksanakan beberapa kali rapat koordinasi. Nantinya menjelang perhelatan akan ada simulasi," ucap dia.
Dengan membawahi Satgas Kontingensi yang beranggotakan 200 personel TNI, Danrem mengatakan bahwa TNI tetap memberi dukungan pengamanan MotoGP.
"Kekuatan personel dari TNI yang diperbantukan untuk pengamanan, itu ada 100 orang," katanya.
Danrem mengatakan bahwa jumlah personel TNI yang mendapat tugas membantu pengamanan MotoGP tersebut masih bersifat sementara.
Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan penambahan tergantung pada kebutuhan Kapolda NTB Irjen Pol. Djoko Poerwanto selaku Komandan Pengamanan MotoGP.
"Dalam hal ini, seperti pengamanan VVIP Presiden RI Joko Widodo yang akan hadir dalam acara, kami siapkan pasukan cadangan, penugasan nanti akan tergantung pada kegiatan Presiden. Apabila ada agenda lain, jumlahnya nanti akan disesuaikan," ujar dia.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov NTB siapkan langkah kontingensi bencana destinasi wisata saat Natal
08 December 2025 17:00 WIB
Polda NTB menggelar simulasi pengamanan kontingensi ajang IATC dan WSBK
10 November 2021 17:48 WIB, 2021
Menhub mengapresiasi persiapan NTB sambut ajang balap di Sirkuit Mandalika
10 November 2021 16:06 WIB, 2021
Polda NTB menggelar latihan perdana pengamanan kontingensi WSBK Mandalika
02 November 2021 17:59 WIB, 2021
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024